Viking, Jakmania dan Kebo Mania Bersatu, Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

Suporter Bogor yang merupakan gabungan dari berbagai kelompok suporter menggelas aksi 1.000 lilin dan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang, di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (2/10) malam. Foto: adi/pojoksatu
Suporter Bogor yang merupakan gabungan dari berbagai kelompok suporter menggelar aksi 1.000 lilin dan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang, di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (2/10) malam. Foto: adi/pojoksatu

POJOKSATU.id, BOGOR – Ribuan suporter Bogor dari berbagai kelompok menggelar aksi 1.000 lilin dan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang, di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (2/10/2022) malam.


Aksi tersebut sebagai bentuk simpati dan belasungkawa atas jatuhnya ratusan korban tragedi Kanjuruhan Malang, yang mayoritas Aremania.

Aksi 1000 lilin dan doa bersama digelar di pintu utara Stadion Pakansari. Kegiatan tersebut dilakukan pada pukul 19.00 WIB, Minggu malam.

Adapun suporter Bogor yang ikut dalam kegiatan ini dari berbagai kelompok. Termasuk fans fanatik Persib Bandung, Viking Bogor, suporter Persija Jakarta, The Jakmania Bogor.


Paling banyak tentu saja Kebo Mania, suporter Persikabo 1973. Ada juga dari UPCS Persikabo, PAS 1973, Militan Persikabo hingga La Grande Indonesia.

BACA JUGA : Penembak Gas Air Mata dalam Stadion Kanjuruhan dan Pemberi Perintah Diincar Kapolri

Ketua Umum Kabo Mania Heri Khaeruman mengatakan, kedatangan para suporter ini untuk memberikan rasa empati serta mendoakan para korban kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

“Aksi ini kami lakukan untuk memberikan rasa empati terhadap kejadian di Kanjuruhan, Malang, semoga itu kejadian yang terakhir dan tidak terulang kembali,” kata Heri kepada wartawan, Minggu (02/10/2022) malam

Heri Khaeruman menambahkan, harus ada evaluasi di dalam sepak bola Indonesia mulai dari pendewasaan suporter, penyelenggaraan pertandingan dan petugas keamanan.

BACA JUGA : Persoalkan Konten Prank KDRT ke Polisi Milik Baim Wong, Nikita Mirzani : Ternyata Ada yang Lebih Gila dari Gue

“Semuanya harus dievaluasi, karena sejatinya rivalitas sepak bola itu hanya 90 menit. Di luar itu, semuanya saudara, (sama-sama) warga negara Indonesia. Kalah menang dalam pertandingan sudah biasa,” lanjutnya.

Heri pun meminta pihak penyelenggara pertandingan agar tidak ada jadwal pertandingan sepak bola pada jam malam sehingga rawan akan hal-hal yang tidak diinginkan.

Dan juga petugas kemanan agar menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika mengamankan pertandingan sepak bola.

BACA JUGA : Miris Lihat Ulah Baim Wong Prank KDRT, Melanie Subono : Semoga Mereka Tidak Sampai Merasakan KDRT

“Tidak ada sepak bola yang seharga dengan nyawa,” lanjutnya.

Ia juga berharap ke depannya pesepakbolaan Indonesia semakin baik, liganya baik, operatornya baik.

“Mohon jangan ada pertandingan malam, dan yang penting semoga tidak ada korban selanjutnya, dan Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” pungkasnya. (adi/medil/pojoksatu)