Alasan Ridwan Kamil Beri Nama Jembatan Romeo and Juliet di Bogor, Gegara Banyak Warga yang Menikah Lintas Desa

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau pembangunan jembatan Romeo and Juliet di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Minggu (2/10).

POJOKSATU.id, BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau pembangunan jembatan Romeo and Juliet di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Minggu (2/10).


Jembatan Romeo and Juliet di Bogor ini merupakan pembangunan jembatan rawayan merapakan inisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dimana pengerjaannya dilakukan oleh TNI yang masuk teritori Kodam III Siliwangi.

“Ini adalah contoh luar biasa, pembangunan di Jawa Barat, sebagian berkolaborasi dengan TNI. Di Kabupaten Bogor ini, rata-rata per tahun sekitar 30-40an jembatan. Mudah-mudahan bisa terkejar,” kata lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu.

BACA JUGA : Ridwan Kamil Ucap Belasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan, Kritik Pertandingan Malam Hari


Kang Emil mengungkapkan, penamaan jembatan menjadi Romeo and Juliet ini, bukan tanpa alasan. Menurutnya, ada cerita menarik yang didapatnya langsung dari warga sekitar jembatan.

“Ada cerita menarik. Ini kan jembatan menghubungkan Mekarjaya dengan Ciaruteun. Nah, mayoritas kepala keluarga di sini, berasal dari Ciaruteun, sementara ibu-ibunya dari Mekarjaya. Dulu belum ada jembatan warga pakai getek untuk menyeberang, maka sekarang saya namakan Jembatan Romeo and Juliet, versi KW,” kata Emil.

Sementara Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengungkapkan, Pemkab Bogor menargetkan membangunan 30 jembatan rawayan pada 2022. Sejauh ini, ada 14 jembatan sudah hampir rampung dikerjakan TNI.

BACA JUGA : Ridwan Kamil: Flyover Kopo Bandung Laik Digunakan

“Jembatan rawayan di Desa Mekarjaya ini, merupakan yang terpanjang tahun ini, mencapai 113 meter. Tahun kemarin yang terpanjang ada di Rancabungur itu 130 meter. Mudah-mudahan jembatan ini dapat membantu masyarakat, jadi tidak perlu pakai getek lagi,” kata Iwan.

Sebelum ada Jembatan Romeo and Juliet di Bogor, warga yang ini ke Desa Ciaruten harus memutar sejauh 2,5 kilometer. Meski begitu, jembatan ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. “Tapi mudah-mudahan dapat membantu, kalau mau ke Pasar Ciampea jadi lebih dekat,” kata Iwan.

(Rishad Noviansyah/Pojokbogor)