Polisi Bakal Panggil Oknum Guru yang Diduga Lakukan Pelecehan Siswi di Bogor

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto

POJOKSATU.id, BOGOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota akan melakukan pemeriksaan terhadap oknum guru berinisial H yang pelecehan siswi di Bogor.


Pemeriksaan H sendiri berkaitan dengan dugaan pelecehan siswi di Bogor, tepatnya mantan muridnya berinisial S (15).

“Iya betul, direncanakan hari ini (meminta keterangan),” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto terkait kasus pelecehan siswi di Bogor, Selasa (27/09/2022).

Sejauh ini, menurut Kompol Dhoni, dalam laporan kasus dugaan pelecehan seksual itu, pihaknya sudah meminta keterangan dari enam orang saksi. Bahkan, sudah mendatangi lokasi kejadian.


BACA JUGA : Seorang Perempuan Alami Tindakan Pelecehan Seksual di Biskita Kota Bogor

“6 orang. Dan kita sudah datangi ke sana, cek TKP,” ujar Kompol Dhoni.

Sebelumnya, Pelajar setingkat SMK asal Kota Bogor berinisial S (15) diduga mengalami kejadian pelecehan seksual yang dilakukan mantan gurunya, H (70).

Kasus dugaan tindak pelecehan siswi di Bogor sendiri dilaporkan terjadi pada Jumat (26/8) lalu. Di mana, saat itu korban diketahui pergi ke sekolah lamanya setingkat SMP yang ada di bilangan Kecamatan Bogor Barat, untuk melakukan penyelesaian pengambilan ijazah dengan stempel tiga jari.

BACA JUGA : Lagi-lagi Dugaan Pecehan Seksual di Bogor, Siswi Dipegang Dadanya Saat Urus Administrasi

Kemudian, ketika korban sudah sampai ke sekolah dan selesai melakukan proses stempel tiga jari, tiba-tiba dirinya ditarik mantan gurunya tersebut.

Lalu, di dalam penarikan tangan tersebut terjadi tindak pelecehan seksual, di mana mantan gurunya ini memegang bagian anggota tubuh korban.

Tak hanya sampai situ, ketika korban memberontak dengan cara melepas genggaman oknum guru ini, H malah bersikeras memegang anggota tubuh S sambil merangkulnya.

BACA JUGA : Pegang-pegang Dada Siswi Berkali-kali Oknum Guru di Bogor Akhirnya Dilaporkan ke Polisi

Dari situ, korban akhirnya pulang dan mengadukan hal ini kepada orangtuanya. Merasa tak terima, ibu korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian.

“Memang disini ada jangka waktu, dikarenakan memang anak ini sudah kena psikologinya. Sehingga dia perlu kekuatan menyampaikan keterangan ini di hadapan orang tuanya,” kata kuasa hukum korban S (15), R Anggi Triana Ismail.

“Dari situ lah, ada jangka waktu ini korban memberanikan diri untuk berbicara. Pasalnya, anak ini masih di bawah umur, psikologinya belum kuat. Pada akhirnya dia kasih sper waktu untuk menguatkan dirinya menyampaikan pelecehan siswi di Bogor ini,” tandasnya.

(Adi Wirman)