100.000 Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Bakal Terdampak Perubahan Jam Kerja DKI

Kemacetan di DKI Jakarta. Foto/IST

POJOKSATU.id, BOGOR – Rencana perubahan jam kerja DKI bakal berdampak pada 100.000 warga Bogor yang bekerja di Jakarta, untuk mengurai kemacetan di ibu kota tersebut.


Merespon rencana perubahan jam kerja DKI, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ingin ada kajian bersama untuk mencari solusi warga Bogor yang bekerja di Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, lebih dari 100.000 warga Bogor bekerja di Jakarta.

Mereka berangkat ke Jakarta pada pagi hari, dan kembali ke Bogor pada sore hingga malam hari.


BACA JUGA : Dishub Parepare Diminta Atasi Kemacetan, Maksimalkan Jalur Alternatif

Kadishub Kota Bogor Eko Prabowo menuturkan, Bogor dipersepsikan masyarakat sebagai wilayah hunian dan Jakarta tempat bekerja atau beraktivitas. Para pekerja ke Jakarta dengan KRL, bus, atau kendaraan pribadi.

“Merubah jam kerja di Jakarta tentunya harus juga ada kajian bersama dengan daerah penyangga Bodetabek. Karena sebagian besar perkerja datang dari daerah penyangga,” kata Eko, Minggu, (25/9/2022).

Berdasarkan kajian itu, nantinya akan mengeluarkan kesepakatan bersama.

BACA JUGA : Lerai Kemacetan Parah di Jalur Puncak, Polres Bogor Sampai Minta Bantuan Polda Jabar

Sehingga, mobilisasi masyarakat bisa dikendalikan dari hulu atau daerah penyangga. Selain itu, disesuaikan juga dengan peraturan jam kerja kementerian, lembaga, juga perusahaan swasta.

“Tidak cukup diatur dengan Pergub DKI atau peraturan bersama (Jabodetabek) saja. Harus diatur dengan peraturan bersama lintas, kementerian lembaga terkait serta melibatkan unsur swastanya,” kata Eko.

Pada intinya, lanjut Eko, Pemkot Bogor sepakat apabila ada aturan bersama terkait pencegahan kemacetan di Jakarta.

BACA JUGA : Program Atasi Kemacetan, Tahun 2020 BRT Bakal Hadir di Medan

Pemkot Bogor pun menunggu undangan Pemprov Jakarta untuk membahas perubahan jam kerja DKI yang berdampak pada warga Bogor yang bekerja di Jakarta. (Ipe)