31 Pasangan Nikah Siri Ikuti Isbat Nikah di Bogor

Sebanyak 31 pasangan mengikuti isbat nikah di Bogor KUA Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jumat (23/9). Foto/RIshad/Pojokbogor

POJOKSATU.id, BOGOR – Sebanyak 31 pasangan mengikuti isbat nikah di Bogor atau menikah kembali di Kantor Urusan Agama (KUA) di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jumat (23/9).


Kegiatan isbat nikah di Bogor ini diprakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), berkolaborasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan, dalam Pancakarsa terutama pada Karsa Bogor Berkeadaban, salah satunya ada kegiatan sidang isbat nikah di Bogor. Kemudian ada juga kegiatan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).


BACA JUGA : Benazir Endang Resmi Gugat Cerai Limbad Sekaligus Isbat Nikah

“Kita mendorong jajaran perangkat daerah melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan di sini, diantaranya pengadaan air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan jalan lingkungan dan sebagainya. Termasuk isbat nikah untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari sisi kekuatan hukum,” jelas Burhanudin.

Burhanudin mengungkapkan, Forkopimda bersama jajaran Pemkab Bogor dan stakeholder lainnya bersinergi pada kegiatan isbat nikah di Bogor ini.

Di Desa Ciomas baru 45 persen yang sudah menikah, punya surat nikah atau dicatat Pegawai Pencatat Nikah (PPN).

BACA JUGA : 640 Pasutri di Kota Tangerang Ikuti Isbat Nikah

“Artinya mereka baru sah secara agama tapi belum secara negara. Supaya sah secara negara, maka harus mengacu pada Undang-Undang Perkawinan, yakni dicatatkan oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN),” terangnya.

Ia menambahkan, jika tidak memiliki surat nikah maka khawatir berdampak pada persoalan waris, masalah akta kelahiran anak, dan kelengkapan administrasi kependudukan lainnya.

Program isbat nikah di Bogor ini bukan program dadakan, akan terus kita lakukan secara berkelanjutan.

BACA JUGA : Belum Dapat Buku Nikah, 541 Pasutri Ajukan Isbat Nikah

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Nurhayati menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan P2WKSS.

“Karena banyak aspek yang harus kita laksanakan secara bersama-sama demi tercapainya tujuan peningkatan peranan wanita untuk mencapai keluarga sehat dan sejahtera,” tandasnya.

Nurhayati menyebutkan, selain menjadi program berkelanjutan, hari ini kita laksanakan pelayanan isbat nikah di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo juga sebagai langkah inovatif dalam rangka penilaian P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Dengan layanan isbat nikah di Bogor ini diharapkan akan mempermudah masyarakat mendapatkan legalitas dan administrasi pernikahan secara hukum. Kegiatan ini juga mencerminkan hadirnya negara dalam melayani masyarakat,” ujar Nurhayati.

(Rishad Noviansyah/Pojokbogor)