Heboh Bocah Laki-laki Alami Kekerasan di Bogor, Aris Merdeka Sirait Sebut Kabupaten Masih Zona Merah

Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait. Foto/IST

POJOKSATU.id, BOGOR – Kekerasan di Bogor kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang bocah yang diduga alami kekerasan oleh ibunya di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.


Kekerasan di Bogor tersebut terungkap dari beredarnya foto seorang bocah laki-laki di media sosial yang diduga alami penganiayaan.

Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor sudah menangan dugaan kekerasan di Bogor tersebut.


Foto tersebut diunggah akun Twitter @dw_fricilia.

BACA JUGA : Pemkab Bogor Berhasil Turunkan Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Terlihat dalam foto sang bocah mengalami beberapa luka yang cukup banyak di bagian wajahnya.

“Coba cek pak Kapolri, kejadian ini terjadi Jonggol Bogor Jawa Barat. Kasusnya ditangani oleh Polsek Jonggol namun pelakunya diduga ibunya sendiri malah infonya dilepaskan lagi oleh polisi. Anak ini masih dirawat di RSUD Cileungsi,” tulis akun Twitter @dw_fricilia dikutip MNC Portal, Rabu (21/9/2022).

Terpisah, Kapolsek Jonggol Kompol Mulyadi Asep Fajar membenarkan adanya peristiwa dugaan kekerasan di Bogor terhadap bocah tersebut.

BACA JUGA : Pemkab Bogor Klaim Mampu Turunkan Kasus Kekerasan Anak

Awalnya, polisi mendapat laporan bocah laki-laki yang disekap dalam rumah pada Sabtu 17 September 2022.

“Yang menurut kronologis kejadiannya bahwa pada saat itu terdengar suara teriakan dan tangisan anak dari sebuah rumah. Kemudian masyarakat sekitar melihat ke dalam rumah tersebut dan ditemukan satu orang anak laki-laki yang sedang menangis dengan kondisi wajah dan seluruh badan yang penuh dengan luka lebam,” kata Mulyadi dalam keterangannya.

Luka tesebut disebabkan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh ibunya berinisial I. Yang mana, diduga sang ibu mengalami gangguan kejiwaan.

BACA JUGA : Tahun 2020 Kasus Kekerasan Anak Di Kabupaten Cirebon Meningkat, Kinerja KPAID Dipertanyakan

“Menurut keterangan masyarakat sekitar ibu dari anak itu (diduga) mengalami gangguan jiwa. Setelah menerima pengaduan masyarakat itu kemudian anggota langsung membawa anak tersebut ke RSUD untuk mendapat penanganan,” terangnya.

Kasus kekerasan di Bogor ini sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Sang ibu masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Perkara kejadian tersebut diatas ditangani oleh Unit PPA Polres Bogor,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait menilai dari data dua tahun terakhir komnas PA menilai masih banyak anak-anak yang mengalami kekerasan di Bogor.

“Kebijakan-kebijakan kabupaten bogor itu belum punya perspektif membangun gerakan perlindungan anak, yang saya maksud berbasis keluarga dan komunitas,” kata Aris.

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat kasus kekerasan anak pada 2020 mencapai 114 kasus kekerasan di Bogor. Kemudian turun menjadi 100 kasus pada 2021.