Bima Arya Puji Kota Sawahlunto, Pantas Diakui UNESCO Sebagai Warisan Dunia

Wali Kota Bogor Bima Arya memuji pengelolaan kota tua/heritage di Kota Sawahlunto.

POJOKSATU.id, BOGOR – Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yaitu Wali Kota Bogor Bima Arya memuji pengelolaan kota tua/heritage di Kota Sawahlunto.


“Kota Sawahlunto ini kota tua istimewa, kaya dengan sejarah dan budaya, sampai diakui UNESCO menjadi kota warisan dunia. Senang sekali kami hari ini bisa datang langsung ke Sawahlunto dan mengunjungi kawasan cagar budaya kota tua di kota ini,” kata Bima Arya.

Menurut Bima Arya, bukan pekerjaan yang gampang untuk menjaga dan mengelola kota tua atau kota pusaka, namun Kota Sawahlunto telah berhasil melakukan hal tersebut.

BACA JUGA : Resmikan Pasar Pusakanagara, Uu Ruzhanul Ingin Citra Pasar Tradisional Berubah


“Bukan pekerjaan mudah, ditambah dengan masa yang dilalui cukup panjang yang artinya harus ada kesabaran. Pemerintah Kota dan masyarakat Sawahlunto telah membuktikan bisa bahu membahu menjalani itu, kita harus mengapresiasinya,” kata Bima Arya.

Karena itu, Bima Arya mengatakan sangat bagus bagi kabupaten/kota lainnya anggota JKPI untuk mengambil referensi dari Sawahlunto bagaimana menjaga dan mengelola kota pusaka.

“Jadi kita perlu belajar dari Kota Sawahlunto ini. Belajar dan berkolaborasi, karena tentunya Sawahlunto juga tidak sempurna di semua bidang maka nanti di sana kita bisa saling mendukung,” kata Bima Arya.

BACA JUGA : Wabup Kepulauan Selayar Launching Taman Pusaka Sebagai Kawasan Car Free Day

Bima Arya kemudian menyampaikan ketika dulu dirinya bersama Wali Kota Sawahlunto Deri Asta dan pengurus JKPI lainnya diterima Presiden Jokowi di Istana, nama Kota Sawahlunto disebut-sebut sampai lebih tiga kali oleh Presiden.

“Jadi rupanya Presiden Jokowi sangat terkesan dengan Sawahlunto ini. Kata Presiden waktu itu kalau untuk menjaga kota pusaka coba lihat di Sawahlunto,” ujar Bima Arya.

BACA JUGA : Peziarah Gunung Padang ‘Minta’ Pusaka Bertuah

Dipilihnya Kota Sawahlunto sebagai tuan rumah seminar nasional JKPI, sekaligus memperingati 3 tahun ditetapkannya Sawahlunto sebagai warisan dunia oleh UNESCO sebagai Ombilin Coal Mining Heritage. Sehingga kota-kota yang tergabung dalam JKPI bisa saling berlajar dan terinspirasi. (Ipe)