Polres Bogor Ungkap Pengoplos Gas Elpiji Bersubsidi di Cileungsi, Modusnya Warteg

Polres Bogor ungkap pengoplos gas elpiji di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Foto/Rishad-Pojokbogor
Polres Bogor ungkap pengoplos gas elpiji di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Foto/Rishad-Pojokbogor

POJOKSATU.id, BOGOR – Polres Bogor mengungkap sindikat pengoplos gas elpiji bersubsisi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, berkedok warung tegal (warteg).


Pengoplos gas elpiji bersubsisi di Cileungsi Bogor yang diungkap Polres Bogor, diketahui berada di Desa Rawajamun, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Pengoplos gas elpiji bersubsisi di Cileungsi Bogor menggunkan modus, pelaku membeli gas elpiji 3 kilogram, lalu dipindahkan isinya ke tabung gas berukuran 12 kilogram.

Wakapolres Bogor, Kompol Wisnu Perdana Putra mengungkapkan, pihaknya menangkap satu orang pelaku utama berinisial RP (37) yang selama tiga bulan terakhir menjadi pengoplos gas elpiji bersubsisi di Cileungsi Bogor, dibantu tiga orang lain yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).


BACA JUGA : Sstt…Ada Pengoplosan Elpiji di Subang Pakai Truk Pertamina, Kerugian sampai Rp8 Milliar !

“Jadi pelaku membeli gas elpiji 3 kilogram di wilayah Bogor lalu dibawa ke warteg milik pelaku untuk dipindahkan isinya ke tabung berukuran 12 kilogram kemudian dijual ke wilayah Jakarta,” kata Wisnu, dalam keterangan persnya, Selasa (6/9).

Wisnu menerangkan, selama tiga bulan menjalankan aksinya, RP dan kolega dapat meraup keuntungan hingga Rp90 juta setiap bulannya dari pengoplos gas elpiji bersubsisi di Cileungsi Bogor.

“Pelaku itu membeli satu tabung gas elpiji 3 kilogram seharga Rp18 ribu. Lalu isinya dipindahkan dengan cara disuntik ke tabung ukuran 12 kilogram. Satu tabung ukuran 12 kilogram itu berasal dari empat tabung gas elpiji 3 kilogram,” jelas Wisnu.

BACA JUGA : Gudang Gas Elpiji Meledak di Siantar, Lima Orang Satu Keluarga Tewas di Tempat

“Dengan ancama pidana paling 6 tahun dan denda Rp60 miliar,” jelas Wisnu.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan mengungkapkan, pihaknya mengamakn sejumlah barang bukti seperti 508 tabung gas elpiji 3 kilogram berisi. Kemudian 67 tabung gas elpiji 12 kilogram berwarna pink kosong.

Lalu, 103 tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram berwarna biru kosong, sebuah tabung gas elpiji 12 kilogram berisi gas hasil suntikan dari tabun 3 kilogram subsidi.

BACA JUGA : Gas Elpiji 3 Kg Langka, Disdag Parepare Buka Layanan Aduan

“Kita amankan juga 40 buah pipa besi suntik, sebuag timbangan, satu setengah karung segel tabung gas, satu plastik karet gas, sebuah palu, recorder CCTV dan sebuah ponsel,” kata Siswo.

Kata Siswo, pelaku menampung gas elpiji 3 kilogram dengan cara membeli dari sejumlah pangkalan gas elpiji di sejumlah wilayah di Bogor. Terkadang, gas itu diantar oleh pemilik pangkalan atau RP sendiri datang untuk membeli.

“Lalu dikumpulkan di warteg milik pelaku bernama Warteg Karisma Bahari untuk dilakukan penyuntikkan. Dari empat buah tabung 3 kilogram disuntikkan ke satu tabun 12 kilogram,” kata Siswo.

Akibat perbuatan pengoplos gas elpiji bersubsisi di Cileungsi Bogor, pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Gas Bumi yang telah diubah dengan Pasal 40 angka (9) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1), tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 32 ayat (2) jo Pasal 30 Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrology Legal.

(Rishad Noviansyah)