Jaksa KPK Kena Damprat Hakim dalam Sidang Ade Yasin, Ini Gara-garanya

Lanjutan sidang Ade Yasin, Bupati Bogor nonaktif, terkait kasus suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat, kembali berlangsung, Senin (22/8). 

POJOKSATU.id, BOGOR – Lanjutan sidang Ade Yasin, Bupati Bogor nonaktif, terkait kasus suap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat, kembali berlangsung, Senin (22/8). 


Dalam sidang Ade Yasin yang kesembilan kalinya ini, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berupaya mengorek keterangan delapan saksi yang dihadirkan keterkaitan Ade Yasin dalam kasus ini.

Bahkan dalam jalannya sidang Ade Yasin, jaksa KPK sempat dua kali ditegur oleh tim majelis hakim, karena dinilai berusaha mengarahkan keterangan saksi.

Bahkan saat terdakwa Ihsan Ayatullah kembali menegaskan dirinya tidak pernah diperintah Bupati Ade Yasin untuk menyuap BPK.


BACA JUGA : Peringatan HUT Ke-77 Indonesia, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Doakan Ade Yasin

Sementara delapan saksi yang dihadirkan yakni, pegawai honorer Dinas PUPR Diva Munggaran, Ketua Kadin Kabupaten Bogor Sintha Dec Chechawaty, Direktur PT Kemang Bangun Persada Sunaryo dan Direktur CV Raihan Putra Joharudin Syah.

Selain itu wiraswasta Lai Bui Mun atau Anen, Direktur PT Sabrina Jaya Abadi Sabrin Amirudin, Owner CV Dede Print Dede Sopian dan ajudan Bupati Ade Yasin, Anisa Rizki.

Dalam sidang ini saksi Sunaryo terlambat hadir karena alasan sakit.

BACA JUGA :  Sidang Lanjutan Kasus Ade Yasin, Saksi Akui Diperas Oknum BPK untuk Amankan Laporan Keuangan

Dari delapan saksi ini, saksi Dede Sopian dan Anisa Rizki paling banyak dicecar Jaksa KPK untuk membuktikan peranan Ade Yasin.

Jaksa Tonny Frenky Pangaribuan misalnya, berusaha mencari peranan Ade Yasin dengan menekan saksi Dede Sopian atau Dede Print untuk mengakui kedekatan Ihsan dengan Ade Yasin.

Namun kondisi ini justru dibantah saksi Dede bahwa Ihsan tidak ada kedekatan dengan Ade Yasin.

BACA JUGA : Sidang Kelanjutan Ade Yasin, Kasubid BPKAD Sebut Anak Buah Bergerak Sendiri Tanpa Diperintah

“Yang saya tahu mereka tidak dekat, buktinya Ihsan tidak jadi dilantik,” ungkap Dede.

Kondisi ini sempat membuat Jaksa Frenky dua kali ditegur Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih karena dinilai menekan saksi.

“Sudah sudah, saksi kan sudah menyatakan dengan jelas, ganti pertanyaan lain,” tegur Hera.

Seperti diketahui dalam kasus dugaan suap auditor BPK Jabar ini Jaksa KPK masih mengalami kesulitan membuktikan adanya perintah Ade Yasin kepada Ihsan Ayatullah yang menjadi tersangka.

Sejauh ini, sudah 35 saksi dihadirkan namun belum satupun yang menyatakan Ade Yasin memerintahkan suap.

Justru dalam persidangan terungkap oknum BPK Jabar lebih aktif melakukan usaha pemerasan dengan memanfaatkan Ihsan Ayatullah.

Menariknya lagi dalam sidang kali ini, Ihsan Ayatullah kembali menegaskan dirinya tidak pernah mendapat perintah dari Ade Yasin.

Menanggapi hal ini, Pengacara Ade Yasin, Dinalara Butar Butar mengungkapkan, hingga kini dakwaan KPK lemah untuk menjerat Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin.

“Lemah dan tidak ada kaitannya, saya yakin dalam sidang Ade Yasin bebas,” tegas Dinalara.(Rishad Noviansyah)