Harga Tanah di Kabupaten Bogor Mahal, DPKPP Perbanyak Rumah Susun

Ilustrasi rumah susun. Foto/IST

POJOKSATU.id, BOGOR – DPKPP Kabupaten Bogor bakal memperbanyak pembangunan rumah susun (rusun), untuk mengatasi tingginya kebutuhan hunian, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).


Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan, di kawasan perkotaan seperti Cibinong Raya, sangat sulit bagi para MBR untuk tinggal di hunian deret. Pihaknya akan memaksimalkan rumah susun.

“Untuk kawasan perkotaan, supaya masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah, kita arahkan ke rumah rusun yang akan disiapkan,” kata Ajat, saat dihubungi, Minggu (21/8).

Lain halnya dengan rumah-rumah komersil yang berada di kawasan Cibinong Raya, rata-rata dijual dengan harga di atas Rp350 jutaan. Di sisi lain, kebutuhan hunian di Kabupaten Bogor mencapai 122 ribu unit rumah.


“Kalau untuk rumah deret juga kita arahkan ke wilayah lain di luar Cibinong yang kebutuhannya tinggi tanpa mengurangi lahan yang dilindungi, seperti pertanian. Karena kebutuhan di wilayah juga tinggi kan. Karena dari sekian banyak perumahan yang ada, 50 persen itu ada di Cibinong Raya,” kata Ajat.

BACA JUGA : Bupati Indah Serahkan 81 Hunian Tetap untuk Korban Banjir Luwu Utara

Ajat pun mengakui, kawasan Cibinong Raya masih menjadi magnet bagi masyarakat yang sedang mencari tempat tinggal. Terlebih, fasilitas yang ada kini semakin lengkap dan akses mudah dijangkau.

“Dekat juga dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor kan. Untuk itu, kita coba kembangkan hunian vertikal atau rusun itu. Kita mau mendorong para MBR itu bisa punya rumah juga,” jelas Ajat.

BACA JUGA : Lagi, Pemkab Luwu Utara Serahkan Hunian Tetap untuk Korban Banjir Bandang

Dia mengungkapkan, di Kabupaten Bogor terdapat sedikitnya 36 rusun tersebar di pondok pesantren dan kampus-kampus. Namun, yang dimiliki oleh Pemkab Bogor hanya satu unit di Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi.

Ajat khawatir, jika rusun tidak segera dikembangkan, akan ada pengembang perumahan datang dan membangun di wilayah pinggiran hingga menggerus lahan pertanian di Kabupaten Bogor.

BACA JUGA : Jabar Bergerak Hadirkan Program Bedah Rumah Hunian Sehat

“Harus secepatnya rumah susun. Khawatir nanti lahan pertanian hilang dan berganti dengan perumahan. Karena trennya sudah seperti itu,” kata Ajat. (Rishad Noviansyah)