Napi Teroris Lapas Gunung Sindur Terima Remisi Kemerdekaan, Kecuali Koruptor

warga binaan Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur
Sejumlah warga binaan Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur terima Remisi Kemerdekaan, Rabu, 17 Agustus 2022./Foto: Rishad

POJOKSATU.id, BOGOR– Sebanyak 826 warga warga binaan Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, menerima Remisi Kemerdekaan, Rabu, 17 Agustus 2022.


Semua warga binaan, termasuk teroris yang telah memenuhi syarat, mendapat Remisi Kemerdekaan,  kecuali para koruptor di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Mujiarto menerangkan terkait Remisi Kemerdekaan, bahwa warga binaan di sana mencapi 905 orang.


Namun, mereka yang menerima remisi 826 orang.

Sementara sisanya belum memenuhi syarat.

“Untuk jumlah penghuni di Lapas Khusus kelas IIA ada 905 narapidana dan yang menapat remisi 826 orang, sisanya tidak dapat karena belum memenuhi syarat,” kata Mujiarto.

Baca: 58 Napi Teroris Selamanya di Lapas Gunung Sindur Bogor?

Ia menjelaskan, hampir semua kasus dapat remisi kecuali tindak perkara korupsi (tipikor) karena belum membayar uang pengganti.

“Untuk kasus tipikor hanya Gayus Tambunan mendapat remisi, tapi untuk remisi bebas tidak ada, hanya ada RU-2 dan harus menjalani subsider jadi tidak langsung bebas ada 21 orang,” jelasnya.

Sementara Kalapas Narkotika, Damari mengaku, ada tiga orang mendapat remisi bebas sedangkan yang lain hanya pengurangan masa tahanan.

Baca: 10 Tahun Dikurung, Abu Bakar Ba’asyir Meninggalkan Lapas Gunung Sindur

“Dari total narapidana 742 orang yang dapat remisi sekitar 394 tapi tidak langsung bebas dan remisi umum 2 ada 23 orang dan yang bebas ada 3 orang,” tuturnya.

Namun diantara 394 yang remisi untuk narapidana terorisme ada sekitar 218 mendapat remisi sekaligus sudah mengakui NKRI dan menyatakan ikrar.

“Untuk napi yang mendapat remisi sekarang berasal dari jaringan JAD tapi kita tidak bisa menyebutkan satu persatunya,” ungkapnya.

Besaran remisi RU-1 yang diperoleh adalah 5 orang untuk remisi satu bulan, 41 orang untuk remisi dua bulan, 363 orang untuk remisi tiga bulan, 149 orang untuk remisi empat bulan, 175  untuk remisi lima bulan, dan 72 untuk remisi enam bulan, terangnya.

Sedangkan untuk remisi RU-2 yang diperoleh adalah 2 orang untuk remisi tiga bulan, 8 orang untuk remisi empat bulan, dan 11  untuk remisi lima bulan.(cek/pojokbogor)