Pemkab Bogor Klaim Mampu Turunkan Kasus Kekerasan Anak

POJOKSATU.id, BOGOR– Pemerintah Kabupaten Bogor atau Pemkab Bogor mengklaim mampu menurunkan angka kekerasan anak, setidaknya dalam dua tahun terakhir.


Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor mencatat, kasus kekerasan anak pada 2020 mencapai 114 kasus.

Kemudian kasus kekerasan anak turun menjadi 100 kasus pada 2021.


“Untuk tahun 2022 ini, hingga Juni kami mencatat ada 84 kasu. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” kata Kepal DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Nurhayati, Senin (15/8).

Kata dia, DP3AP2KB Kabupaten Bogor, terus menggencarkan program pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, korban dapat mendapatkan perlindungan dan masyarakat memiliki kemampuan untuk membantu melakukan pencegahan, melalui layanan gratis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bogor, bekerjasama dengan Polres Bogor, diantaranya dengan pelayanan terintegrasi Si Gadis (Sistem Layanan Terpadu Percepatan Perlindungan Perempuan dan Anak).

Baca: Kurangi Angka Kasus Kekerasan Anak, Pemprov Sumut dan Komnas PA Sepakat Bangun Perlindungan Berbasis Desa

“Syukur Alhamdulillah, tahun ini kondisinya menurun. Mudah-mudahan penurunan ini tidak ada penambahan lagi. Menurunnya angka kasus ini atas kerjasama semua stakeholder, baik dari DP3AP2KB sendiri, Polres, UPT juga dengan dinas-dinas lain termasuk Dinas Sosial, Forum Anak dan lainnya,” ujar Nurhayati.

Untuk diketahui, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga sudah dibentuk di masing-masing desa dengan beranggotakan masyarakat desa setempat.

Sehingga, bersama-sama pemerintah kabupaten dapat saling bersinergi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan tepat dan cepat.

Baca: Jabar Cangker, Tekan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Tahun 2020/2021 Pemkab Bogor membuat unit Perlindungan Perempuan dan Anak, dibentuk dalam 5 sektor, jadi tiap unit PPA disebar.

Sehingga, apabila ada kejadian akan dilakukan penanganan dengan tepat dan cepat.

“Saya berharap publik juga berperan dalam proses pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sudah selayaknya seluruh orang tua untuk menemani dan melindungi anak-anaknya,” harap Nurhayati.(cek/pojokbogor)