Kecelakaan Beruntun, Dua Pengendara Motor Tewas di Perumahan Pri Lavender Citeureup

Petugas saat menunjukan lokasi kecelakaan di Jalan Perumahan Puri Lavender, Kampung Tarikolot RT 003 RW 009, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

POJOKBOGOR.com – Dua pengendara sepeda motor, meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Jalan Perumahan Puri Lavender, Kampung Tarikolot RT 003 RW 009, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Kamis (11/8/2022) malam.


Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Angga menerangkan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, truk Hino Dutro bernomor polisi B 9095 EPA, dikemudikan DR, melaju dari arah Jalan Raya Tajur menuju Jalan Perumahan Puri Lavender, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Namun, saat di sekitar lokasi kecelakaan dengan kondisi jalan menurun, truk tersebut mengalami rem blong, hingga menabrak sepeda motor Yamaha Nmax bernomor polisi F 4283 FER dikemudikan YY, yang melaju dari arah berlawanan.


Baca Juga : Kasus Gizi Buruk Masih Ditemukan di Kabupaten Bogor, Begini Kondisinya Sekarang

Kemudian, truk itu terus kehilangan kendali hingga menabrak sepeda motor Hinda Beat bernomor polisi F 2271 FDM dikemudikan MY.

Sepeda motor yang dikemudian YY lalu terseret sejauh 27 meter. Kemudian truk tersebut menabrak bundaran taman hingga terbang dan menabrak tiga kendaraan lain.

Yakni mobil Daihatsu Xenia F 1157 LJ, Toyota Vanza B 2976 SKJ dan Toyota Corona F 1022 KG yang sedang terparkir di area parkir depan bundaran Perumahan Puri Lavender.

“Dua pengendara sepeda motor Yamaha Nmax mengalami luka berat. Lalu pengendara dan penumpang Honda Beat meninggal dunia,” kata Angga, Jumat (12/8/2022).

Kata Angga, pengendara Yamaha Nmax harus dirawat di RS Sentra Medika karena patah tulang tangan kanan dan luka terbuka pada bagian kepala.

Sementara pengendara sepeda motor Honda Beat mengalami luka pada bagian perut, punggung dan kepala, dibawa ke RS Sentra Medika kemudian meninggal dunia.

Pun dengan penumpang sepeda motor Honda Beat mengalami luka pada bagian kaki, tangan dan kepala dibawa RS Sentra Medika dan meningggal dunia.

Angga mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa sejumlqh saksi. Bahkan, kata Angga terbuka kemungkinan pengemudi truk dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) dan/atau ayat (3) dengan ancaman pidana 6 tahun atau denda Rp12 juta.

“Kerugian materiil sekitar Rp50 juta,” kata dia. (cek/pojokbogor)