Ada Penyelundupan Bibit Kokain, Polisi Periksa Tanaman Koka di Kebun Raya Bogor

Satnarkoba Polresta Bogor Kota melakukan pemeriksaan tanaman koka di Kebun Raya Bogor, Selasa (9/8/2022). Foto/Adi Pojoksatu

POJOKSATU.id, BOGOR – Melanjuti kasus tangkap penyelundupan bahan baku kokain yang dilakukan Badan Narkotika Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, Satnarkoba Polresta Bogor Kota melakukan pemeriksaan tanaman koka di Kebun Raya Bogor.


Dari hasil penelusurannya, Kebun Raya Bogor hanya memiliki tanaman Erythroxylum Novogranatense (Amerika Selatan) dan Erythrocylum Cuneatum (lokal Indonesia).

“Di Kebun Raya Bogor masing-masing ada satu pohon yang merupakan sejenis dengan tanaman Erythrocylum Koka,” kata Agus dalam keterangannya, Selasa (09/8/2022).


BACA JUGA : PT MNR Beri Penjelasaan Soal Bibit Dari Kebun Raya Bogor

Sejarah pohon tersebut merupakan hasil pertukaran biji antara Kebun Raya Bogor dengan Kebun Raya Kongo Belgia pada tahun 1927. Tahun 1928 biji tersebut di tanam dan tumbuh di Kebun Raya Bogor.

“Tanaman Erythroxylum Novogranatense dan Erythroxylum Cuneatum adalah family dengan tanaman Koka Erythroxylum yang merupakan tanaman berasal dari Amerika Selatan dengan bahan dasar dari kokain,” ucapnya.

BACA JUGA : Dapat Bibit Koka dari Kebun Raya Bogor, Seorang Pria Paruh Baya Dicokok Polisi Saat Mengirim Bahan Baku Kokain ke Luar Negeri

“Saat ini tanaman Erythroxylum Novogranatense di Kebun Raya Bogor dalam keadaan mati diketahui pada 4 Agustus 2022 oleh pihak BRIN Kebun Raya Bogor. Sedangkan tanaman Erythroxylum Cuneatum masih hidup,” sambungnya.

Dengan pemeriksaan ini, lanjut Agus, dapat diketahui bahwa tanaman Koka Erythroxylum yang merupakan penghasil biji koka bahan dasar kokain berasal dari Amerika Selatan tidak ada di Kebun Raya Bogor.

“Yang masih hidup itu yang lokal Indonesia (Erythroxylum Cuneatum) dan itu berbeda sama sekali itu beda. Itu (Erythroxylum Cuneatum) pohonnya gede kalau yang dua jenis pohon ini (Erythroxylum Novogranatense dan Erythrocylum Koka) paling dua meter tingginya tidak bisa tinggi dia tapi yang di Idonesia lokal itu kaya pohon besar aja, tapi itu engga tidak termasuk dari dalam jenis dari Amerika Selatan itu,” tutupnya.

Sebelumnya, pria berinisial SDS (51) ditangkap Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya terkait kasus ekspor biji koka alias kokain. Kepada penyidik, SDS mengaku menanam pohon koka sejak 2003 dan memperoleh biji koka dari Kebun Raya Bogor.

“Dari keterangan tersangka bahwa barang bukti tersebut didapatkan dari hasil menanam tanaman koka yang bisa tumbuh besar di rumahnya sejak tahun 2003. Tersangka awalnya bisa menanam pohon koka dari biji koka yang dia dapatkan dari mengambil biji-biji koka dari tanaman pohon koka di area terbuka Kebun Raya Bogor,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 5 Agustus 2022.

(adi/pojokbogor)