PT MNR Beri Penjelasaan Soal Bibit Dari Kebun Raya Bogor

Biji kokain didapat dari Kebun Raya Bogor
Biji kokain didapat dari Kebun Raya Bogor./Foto: Istimewa

POJOKSATU.id, BOGOR– Pengakuan SDS (53) tersangka penyelundupan biji kokain ke Republik Ceko yang mendapatkan bibit koka dari Kebun Raya Bogor mendapatkan respondari Pengelola Kebun Raya Bogor (KRB), Kota Bogor, dalam hal ini PT. Mitra Natura Raya (PT. MNR).


General Manager Corporate Communication & Security PT. Mitra Natura Raya (PT. MNR) Kebun Raya Bogor, Zaenal Arifin menuturkan bahwa sebagai mitra pengelola Kebun Raya Bogor, sebenarnya pihaknya sudah berupaya melakukan pengawasan.

Pengawasan pihak PT. MNR Kebun Raya Bogor itu dengan memberikan imbauan kepada setiap pengunjung, agar tidak mengutip atau membawa tanaman, karena itu dilarang.


Akan tetapi, karena adanya temuan ini, pihaknya akan memperketat pengawasan kepada pengunjung yang datang ke Kebun Raya Bogor.

“Kalau itu kapasitas kami sebagai mitra pengelola, mengawasi, mencegah dan melarang pengunjung yang mengutip atau membawa tanaman dari Kebun Raya Bogor itu dilarang,” kata pria yang disapa Zae.

Disinggung pelaku mengaku mendapat bibit dari Kebun Raya Bogor, Zae menjelaskan, berdasarkan keterangan pelaku yang kini telah diamankan polisi, yang bersangkutan mengaku menanam pohon koka sejak tahun 2003.

Baca: Dapat Bibit Koka dari Kebun Raya Bogor, Seorang Pria Paruh Baya Dicokok Polisi Saat Mengirim Bahan Baku Kokain ke Luar Negeri

Sementara, PT. MNR sendiri baru menjadi mitra pengelola MNR baru beberapa tahun lalu.

“Itu ‘kan tahun 2003, kami (PT. MNR) baru masuk sebagai mitra (KRB, Kebun Raya Bogor) pada tahun 2020,” tandasnya.

Diketahui, seorang pria berusia 53 tahun berinisial SDS ditangkap oleh Badan Narkotika Polda Metro Jaya usai melakukan pengiriman bibit koka atau bahan baku narkotika jenis kokain ke luar negeri.

Baca: Manajemen Kebun Raya Bogor Angkat Suara Terkait Perusakan Rumput, GM PT MNR : Padahal Sudah Dihimbau untuk Berikan Pesan Konservasi, Tapi

Tersangka SDS juga kedapatan menanam pohon coca di kediamannya. Bibit tanaman narkotika itu dia dapat dari Kebun Raya Bogor, Kota Bogor.

“Tersangka menjual bahan baku narkotika dan mengirimkan biji koka melalui website ini. Website ini dibeli sendiri di luar negeri setelah melihat gambar bibit di website tersebut dan membuat kesepakatan untuk membelinya,” ungkap Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/8)

Menurut pengakuannya, selain mendapatkan bibit kokain atau bibit dari Kebun Raya Bogor, tersangka juga memperolehnya dari Kebun Barritt Lorenbang.

Bibit tersebut diperolehnya dari seorang tukang kebun di Balitro Lembang yang mengatakan membutuhkannya untuk penelitian tanaman obat.

Dari pengakuannya, selain mendapatkan bibit atau biji kokain dari Kebun Raya Bogor, tersangka juga mendapatkannya dari Kebun Balitro Lembang.

“Tersangka ini dalam menjual dan mengirim biji-biji koka ini melalui website. Website ini dibuat sendiri dengan cara membeli di luar negeri setelah melihat gambar foto-foto biji biji tersebut di website dan deal untuk membeli,” ungkap Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2022).

Biji itu diperolehnya dari seorang penjaga kebun Balitro Lembang dengan mengatakan membutuhkan biji-biji tersebut untuk digunakan sebagai penelitian tanaman obat.

Dalam pengungkapan itu, menurut Zulpan, sejumlah barang bukti juga diamankan seperti 200 biji koka, tiga pohon koka, boneka jari yang digunakan sebagai modus operandi, hingga paket biji koka yang diretur dari Republik Ceko.

Sejumlah negara yang menjadi tujuan pengiriman biji kokain tersebut di antaranya ke Amerika Serikat, Australia, hingga negara-negara di Eropa.

“Tersangka ini dalam menjual dan mengirim biji koka melalui website. Saya tidak sebutkan tapi penyidik sudah mengetahuinya,” kata Zulpan.

Menurut Zulpan, tersangka menjual satu paket berisi 25 biji kokain itu seharga 40 dolar AS. Dalam satu bulan tersangka dapat mengirimkan sebanyak lima hingga tujuh paket biji kokain ke luar negeri.

Namun, pihaknya masih terus mengembangkan kasus penyelundupan biji kokain ke luar negeri tersebut untuk mengetahui keterlibatan tersangka lain.

Akibat perbuatannya, tersangka DS dikenakan Pasal 114 subisder Pasal 113 subsider pasal 111, UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(adi/pojokbogor)