Pemkab Manfaatkan Penduduk Usia Kerja Dongkrak Perekonomian di Kabupaten Bogor

Ilustrasi penduduk usia produktif. Foto/IST

POJOKBOGOR.com – Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyadari betul tingginya proporsi penduduk usia kerja yang ada di Kabupaten Bogor.


Hal untuk dimanfaatkan dalam upaya peningkatan jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Bogor untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Berdasarkan data sensus penduduk 2020 Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi penduduk Kabupaten Bogor dengan proporsi usia kerja (15-64 tahun) meningkat dari 54,70 persen pada tahun 1980 menjadi 69,96 persen pada tahun 2020.

“Kondisi ini menunjukkan adanya peluang penduduk usia kerja yang bisa dimanfaatkan dan aktif dalam kegiatan ekonomi,” ungkap Iwan di Bogor, Jumat (5/8).


BACA JUGA : Laksanakan Program tahun 2023, Pemkab Bogor Defisit Sampai Rp1,095 Triliun

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi harapan bagi Pemkab Bogor yang sedang berupaya membangkitkan geliat perekonomian di daerah yang sempat anjlok akibat pandemi Covid-19.

Namun, ia bersyukur laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Bogor kembali naik signifikan 5,25 persen atau menjadi 3,48 persen.

Pasalnya, tahun 2020 angkanya anjlok menjadi minus (-)1,7 persen dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 5,85 persen.

BACA JUGA : Data Terbaru! IPM Parepare Meningkat, Kemiskinan dan Pengangguran Berkurang

Tak hanya itu, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bogor tahun 2021 pun tembus di angka Rp245,22 triliun, jauh lebih tinggi dari tahun 2020 yang senilai Rp236,15 triliun dan tahun 2019 senilai Rp237,2 triliun.

“Ini buah kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan stakeholder tentunya,” kata Iwan.

BACA JUGA : Angka IPM Tangsel Terus Naik, Pilar: Jangan Sampai Turun Lagi, Saya Akan Pertahankan

Ia menyebutkan, indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bogor juga mulai pulih ke angka 70,48 poin di tahun 2021. Tahun 2020 IPM Kabupaten Bogor anjlok ke angka 70,40 poin dari sebelumnya 70,65 poin.

(cek/pojokbogor)