Mudahkan Kader Posyandu, Mahasiswa KKN-T IPB University Rancang Alat Ukur Tinggi dan Berat Badan Balita Berbasis Arduino

Sejumlah anak yang sedang mencoba menggunakan alat ukur tinggi dan berat badan otomatis yang dirancang mahasiswa IPB University.

POJOKBOGOR.com – Inovasi baru dilakukan para mahasiswa IPB University yang melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, belum lama ini.


Dalam kegiatan KKN-T tersebut, mereka merancang alat ukur tinggi dan berat badan otomatis untuk posyandu khususnya di RW 05.

‘’Alat ukur ini dirancang menggunakan sensor ultrasonic HC-SR04 sebagai sensor tinggi dan sensor load cell sebagai sensor berat. Kemudian, informasi tersebut akan diproses di arduino yang selanjutnya hasilnya akan ditampilkan pada layar LCD. Sehingga balita yang sedang diukur dapat mengetahui secara langsung hasil pengukurannya,’’jelas Haliza Putri, salah satu mahasiswa peserta KKN-T di Desa Pasir Eurih yang juga salah satu perancang alat ukur ini.


Baca Juga : DPRD Kabupaten Bogor Gandeng Tenaga Ahli Kaji Temuan Kerugian Negara

Dengan alat tersebut, lanjut Liza kegiatan pengukuran di posyandu jadi lebih efisien dan lebih modern. Alat ini menggabungkan fungsi dua alat menjadi satu untuk mempermudah proses pengukuran tinggi dan berat badan balita

Dijelaskan mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Fisika tersebut, tinggi dan berat badan merupakan dua faktor yang sering diukur untuk mendapatkan data kesehatan khususnya pada balita.

Selama ini, untuk melakukan pengukuran tinggi dan berat badan dibutuhkan dua alat yang berbeda sehingga kurang efisien dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi untuk mengatasi kasus ini.

“Cara kerja alat ini cukup mudah. Balita yang akan melakukan pengukuran hanya perlu berdiri dengan stabil di atas papan yang tersedia dan hasil pengukuran secara otomatis muncul pada layar LCD. Dengan kelebihan ini, maka proses pengukuran tidak memakan waktu yang lama,” papar Haliza mewakili teman temannya.

Inovasi dari Haliza dan rekan-rekannya mendapat mendapat respon positif dari para kader Posyandu di desa tersebut. Mereka berterima kasih karena terbantu dengan adanya alat yang dirancang oleh mahasiswa KKN-T IPB University.

Baca Juga : Guru Honorer Kabupaten Bogor yang Sabar Yah, Kalian Harus Tunggu Tahun Depan Agar Bisa Jadi PPPK

“Sangat membantu selama keperluan posyandu, memang diperlukan alat seperti ini,” kata Samah salah satu kader posyandu RW 05 Desa Pasir Eurih.

Dengan terciptanya alat ini, diharapkan posyandu dapat berkembang dan perkembangan tersebut akan mempermudah akses sehingga semakin menarik minat warga untuk datang ke posyandu.

Harapan ke depan yaitu tersedianya alat di setiap posyandu masing-masing RW sehingga meringankan rangkaian kegiatan posyandu di Desa Pasir Eurih.

Kelompok KKN-T IPB University Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, diikuti 10 mahasiswa IPB University dari berbagai fakultas.

Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Dr. Ir. Nizar Nasrullah, M.Agr. memang terdorong mahasiwanya untuk memberikan inovasi langsung kepada masyarakat. (dea/pojokbogor)