Laksanakan Program tahun 2023, Pemkab Bogor Defisit Sampai Rp1,095 Triliun

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor usai Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Bogor, Rabu (3/8/2022).

POJOKSATU.id, BOGOR – Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyebut terdapat defisit Rp1,095 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2023 Kabupaten Bogor.


Iwan menjelaskan, defisit Kabupaten Bogor itu lantaran proyeksi belanja daerah melampaui dari target pendapatan daerah pada 2023.

Iwan mengungkapkan, dalam KUA-PPAS 2023 belanja daerah ditarget Rp7,3 triliun, sementar proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Bogor sekitar Rp6,2 triliun.


BACA JUGA : BPK Ungkap Sejumlah Temuan dalam Laporan Keuangan Pemkab Bogor Berpotensi Rugikan Negara

“Terdapat defisit Rp1,095 triliun. Tapi ini kan masih panjang prosesnya karena akan dibahas lagi bersama Badan Anggaran DPRD,” kata Iwan usai Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Bogor dengan adenda penyampaian raperda tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) APBD tahun 2021, penyampaian dokumen rancangan KUA/PPAS) tahun anggaran 2023, dan penetapan keputusan DPRD terhadap perubahan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2022, Rabu (3/8).

BACA JUGA : Pemkab Bogor Sisihkan 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Iwan menjelaskan, pada 2023 tema pembangunan Kabupaten Bogor adalah Membangun Masa Depan Kabupaten Bogor dengan Pancakarsa dalam rangka Mewujudkan Kabupaten Termaju, Nyaman dan Berkeadaban.

Tema tersebut akan difokuskan pada 5 prioritas pembangunan daerah, yaitu meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, meningkatkan ketertiban dan kenyamanan masyarakat berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang berkeadaban, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, meningkatkan daya saing perekonomian daerah dan pelayanan publik, dan meningkatkan pemerataan pembangunan yang berkelanjutan.

(cek/pojokbogor)