Banyak Limbah Rumah Tangga di Sumber Air Baku, Perumda Tirta Pakuan Olah Sampah Jadi Kompos

Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira saat ikut membersihkan sampah di Sungai Cisadane, beberapa waktu lalu. Foto/Dok

POJOKSATU.id, BOGOR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor kini tengah memulai mengolah sampah menjadi pupuk kompos.


Perdana, pengelolaan sampah yang dilakukan Tirta Pakuan tersebut dilaksanakan Intake Ciherang Pondok.

Sampah organik yang tersaring di instalasi Tirta Pakuan disulap menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman.


Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf mengatakan, sumber air baku yang digunakan sebagian besar dari sungai baik Cisadane maupun Ciliwung.

Pada saat kondisi hujan seperti saat ini keberadaan sampah yang terbawa arus sungai tentunya akan mempengaruhi produksi air Tirta Pakuan.

BACA JUGA : Geber Pengembangan Bisnis, Tirta Pakuan Lakukan Mutasi Pegawai dan Kukuhkan SOTK Baru

“Tentunya sampah ini dapat mempengaruhi kapasitas yang ada. Sampah menyumbat instrumen ataupun peralatan di IPA (Instalasi Pengelolaan Air), itu yang pertama. Debit air yang ada juga terjadi penurunan karena tersumbat. Itulah menjadi konsen kita,” paparnya, kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya kemudian mencari solusi untuk mengurangi atau mengatasi permasalahan sampah yang tersaring di instalasi.

BACA JUGA : Air Baku Sungai Cisadane Memburuk Gegara Sampah Rumah Tangga, Perumda Tirta Pakuan Langsung Lakukan Hal Ini

Salah satunya memanfaatkan sampah organik diolah secara mendiri menjadi pupuk kompos.

“Kedepan terkait sampah ini kita sudah ada pengelolaan sampah sendiri. Biasanya kita bakar, tetapi sekarang mempekerjakan satu orang ahli sampah untuk dibikin kompos,” terangnya.

BACA JUGA : Tirta Pakuan Rajin Sosialisasikan Simotip dan Diskon 40 Persen

Lebih lanjut ia menambahkan, pengelolaan sampah ini nantinya tidak hanya ada di Intake Ciherang Pondok saja, hal serupa juga dilaksanakan di intake-intake lain yang dikelola Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

“Kita akan buat tidak hanya di Ciherang Pondok, Seperti di Intake Cikeureuteg, kemudian Pasir Angin, di mana sampahnya cukup besar, sehari bisa 3 sampai 4 kubik, Jadi kita buat kompos,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Ardani, sampah organik yang sebelumnya hanya dibakar begitu saja, sekarang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk kompos. “Jadi sampah yang tersaring kita pilah, mana yang sekiranya bisa jadi kompos dan yang tidak kita angkut buang,” katanya.

Sejauh ini, Ardani belum bisa menjelaskan berkenaan produksi pupuk kompos yang dihasilkan, mengingat baru memulai untuk pengelolaan sampah.

“Iya pastinya sekarang ini masih baru dan kita akan informasi lebih lanjut terkait program ini sampah menjadi pupuk kompos,” ucap Ardani.