Pengamat Sebut Kasus Ade Yasin Sarat Tekanan Politik

Sidang Ade Yasin di Tipikor Bandung
Sidang Ade Yasin di Tipikor Bandung./Foto: Rishad

POJOKSAT.id, BOGOR– Pengamat politik dan hukum, Miftahul Adib menilai kasus dugaan suap yang menjerat Ade Yasin sarat akan tekanan politik usai Ketua Majelis Hakim Tipikor Bandung, Hera Kartiningsih, menolak eksepsi Ade Yasin.


Pendiri Kajian Politik Nasional (KPN) ini menilai, hakim dan jaksa tidak bisa hanya melihat satu sisi saja.

“Ke depan dalam sidang-sidang selanjutnya harus bisa melihat kasus secara jelas dan fakta,” katanya, Selasa (2/8).


Dalam putusan sela terhadap eksepsinya, Ketua Majelis Hakim Tipikor Bandung, Hera Kartiningsih menyebutkan, dakwaan yang disusun oleh JPU KPK terhadap Ade Yasin sudah cemat, jelas dan lengkap.

“Surat dakwaan batal demi hukum dinyatakan tidak dapat diterima,” ujar Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih saat membacakan putusan sela dalam sidang dugaan korupsi atau suap yang dilakkan Ade Yasin, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martainata, Senin, 1 Agustus 2022.

Sementara itu, kuasa hukum Ade Yasin, Dina Lara Darmawati Butar Butar menuturkan ia menghargai apa yang menjadi putusan hakim.

Baca: Jokowi Ikut Komentari Penangkapan Bupati Bogor Ade Yasin Oleh KPK, Begini Permintaan Presiden

Langkah selanjutnya, Dina mengatakan pihaknya akan melakukan pembuktian dalam persidangan selanjutnya yang beragendakan pemeriksaan saksi-saksi.

“Kami sangat menghargai sekali putusan sela yang dibacakan oleh majelis hakim. Selanjutnya, di sini kita akan mencoba membuktikan pernyataan-pernyataan selama ini yang menyudutkan Bu Ade oleh orang tertentu,” kata dia, usai sidang.

Diketahui, salah satu tersangka suap yakni Ihsan Ayatullah yang merupakan Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor membantah kalau dia disuruh Ade Yasin untuk memberikan uang ke BPK.

Baca: Jokowi Ikut Komentari Penangkapan Bupati Bogor Ade Yasin Oleh KPK, Begini Permintaan Presiden

Bahkan, dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Ihsan telah mengakui, saat mengumpulkan dan memberikan uang kepada BPK bukan atas dasar perintah dari Ade Yasin. (cek/pojokbogor)