BPK Temukan Rp 170 Juta di Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi : Baru 60 Persen

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi.

POJOKBOGOR.com – Fakta baru muncul dari temuan badan pemeriksa keuangan (BPK RI). Dimana Dalam fakta tersebut ternyata ada uang Rp 170 Juta dari dinas Pendidikan Kota Bogor yang belum dikembalikan oleh pihak kontraktor ke kas daerah Pemerintah Kota Bogor.


Dari informasi yang diterima, uang Rp 170 Juta berasal dari pembangunan sekolah satu atap yang berada di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi menjelaskan uang yang menjadi temuanb BPK sudah dikembalikan dan ditindaklanjuti.


Baca Juga :  Empat Anggota DPRD Kota Bogor yang Lakukan Kunker ke Italia Belum Lapor Pimpinan

“Untuk yang 2021 baru 60 persen yang sudah dikembalikan, sedangkan untuk 2020 masih ada sisa,” kata Hanafi kepada pojokbogor saat ditemui di Balaikota Bogor, Kamis (28/07/2022).

Saat disinggung berapa sisa yang belum dibayar, Hanafi mengaku lupa.

“Aduh saya lupa sudah ada tapi presentasi ya lupa, nanti saya liat dulu di cek,” ucap Hanafi yang juga pernah menjabat sebagai Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Bogor.

Hanafi juga mengingatkan kepada kontrakor untuk segera mengembalikan uang yang menjadi temuan badan pemeriksa keuangan (BPK).

“Kalau secara normatif auditor mereka di kasih waktu 60 hari untuk pengembalian nah kita sudah mengembalikan 2021 ya, yang 2020 masih ada sisa. Tapi intinya pihak ketiga harus menyadari bahwa itu menjadi kewajibannya untuk pengembaliannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, tiga dinas di Kota Bogor dilaporkan belum menindaklanjuti Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kota Bogor tahun anggaran 2021.

Ketiga dinas tersebut adalah, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diaspur), Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor. (adi/pojokbogor)