POJOKSATU.id - Musim ibadah haji 2025 sebentar lagi akan tiba, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima ini begitu luar biasa.
Salah satu tradisi musim haji yang kerap dilakukan setelah pulang dari Tanah Suci adalah membagikan oleh-oleh khas Arab Saudi, seperti kurma, air zam-zam, dan sajadah.
Namun demikian, keterbatasan kuota bagasi pesawat seringkali membuat para jamaah kesulitan membawa oleh-oleh dalam jumlah banyak. Kondisi ini memunculkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni membeli oleh-oleh khas haji dari toko-toko lokal terdekat.
Fenomena tersebut berdampak pada menjamurnya toko oleh-oleh haji dan umrah di berbagai wilayah di Indonesia. Permintaan terhadap produk khas Timur Tengah terus meningkat, seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut jamaah haji dan umrah yang baru pulang dari Arab Saudi.
Tidak hanya saat musim haji, tren belanja oleh-oleh khas Arab juga terjadi sepanjang tahun. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah jamaah umrah dari Indonesia, terutama setelah pandemi mulai mereda dan pembatasan perjalanan internasional dilonggarkan.
Di wilayah Yogyakarta, pertumbuhan toko oleh-oleh haji menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo diyakini menjadi salah satu faktor pendukungnya.
Bandara YIA digadang-gadang akan menjadi pusat embarkasi haji terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah, menggantikan peran Bandara Adi Soemarmo di Boyolali.
Toko Hamidah, Pusat Oleh-oleh Haji dan Umroh di Yogyakarta
Salah satu toko oleh oleh haji terdekat yang cukup dikenal masyarakat Yogyakarta adalah Toko Hamidah. Toko ini merupakan pusat oleh-oleh haji, perlengkapan ibadah, serta grosir kurma terbesar di Yogyakarta.
Toko Hamidah menyediakan beragam produk khas Timur Tengah, antara lain kurma premium berbagai jenis, air zam-zam kemasan resmi, kismis hitam dan kuning, sajadah motif Turki, parfum Arab non-alkohol, tasbih kayu dan batu alam, coklat Turki, biskuit Maamoul, madu Arab, hingga kacang arab.
Produk-produk tersebut dijual dalam bentuk eceran maupun grosir, sehingga menarik minat berbagai segmen pasar, termasuk reseller dan pelaku UMKM.
Dengan memanfaatkan media sosial dan platform marketplace, Toko Hamidah juga gencar mempromosikan produk-produknya secara daring. Konsumen dari luar Yogyakarta dapat memesan secara online dan produk akan dikirim ke seluruh Indonesia. Strategi ini membuat Toko Hamidah semakin dikenal luas di kalangan jamaah haji dan umrah maupun masyarakat umum.
Tidak hanya di Yogyakarta, toko oleh-oleh haji juga dapat dijumpai di sejumlah kota besar lainnya. Di Jakarta, kawasan Tanah Abang menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang menawarkan produk-produk serupa. Sementara di Surabaya, Pasar Ampel dikenal sebagai destinasi utama untuk mencari oleh-oleh khas haji, berkat suasananya yang lekat dengan nuansa Timur Tengah. Di Solo, Pasar Kliwon menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim.
Fenomena toko oleh-oleh haji yang kian menjamur ini tidak hanya mencerminkan budaya berbagi yang telah mengakar kuat di masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Keberadaan toko-toko tersebut turut mendukung kebutuhan para jamaah sekaligus memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin membawa pulang oleh-oleh tanpa harus dibeli langsung dari Tanah Suci.
Dengan semakin banyaknya toko oleh-oleh haji yang hadir di tengah masyarakat, diharapkan kebutuhan jamaah maupun keluarga mereka terhadap produk-produk khas Arab dapat terpenuhi dengan lebih mudah, praktis, dan efisien.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan oleh-oleh khas Timur Tengah tanpa harus repot membawanya langsung dari luar negeri, toko oleh oleh haji terdekat seperti Toko Hamidah di Yogyakarta dapat menjadi solusi terbaik. Produk yang ditawarkan juga bervariasi, berkualitas, dan harganya pun kompetitif. Dengan begitu, tradisi berbagi oleh-oleh tetap dapat dilestarikan tanpa harus mengorbankan kenyamanan selama beribadah di Tanah Suci. ***

