POJOKSATU.id - Untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh para santri, program Santripreneur bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar pelatihan digital marketing.
Program ini bertujuan mencetak talenta digital yang mampu mendorong pengembangan usaha mandiri sekaligus memberikan manfaat positif bagi masyarakat, termasuk UMKM binaan BAZNAS.
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan digital, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai Islami.
Para peserta diajak meneladani cara berbisnis Nabi Muhammad SAW yang berlandaskan kejujuran dan etika bisnis sesuai syariat Islam.
Baca Juga: UMKM 2025: Sinergi Seedbacklink dan Kementerian UMKM Dorong Transformasi Digital
Kegiatan berlangsung selama tiga bulan pelatihan intensif, diikuti dengan praktik langsung selama tiga bulan berikutnya untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
Sebagai salah satu hasil pelatihan, beberapa peserta kini mendapatkan peluang untuk memasarkan produk mereka di Tajur Trade Mall (TTM), yang kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat ditutup pada 2015.
Kini, dengan dibukanya kembali TTM, pelaku usaha lokal mendapat angin segar untuk berkembang di tengah tantangan ekonomi.
Baca Juga: BRI Salurkan Rp158,6 Triliun KUR hingga Akhir Oktober 2024, Dorong UMKM Naik Kelas
Syafei, pemilik dan pimpinan PT Sarira Group Indonesia selaku pengelola TTM, menjelaskan bahwa fokus baru mall ini adalah mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai inovasi.
"TTM kini tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi lokal yang memberdayakan UMKM," ujar Syafei.
Langkah strategis yang diambil meliputi penyelenggaraan program kajian rutin untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan, serta berbagai kegiatan seperti business plan, animal show dan acara interaktif lainnya untuk memperkuat jaringan pelaku usaha.
Komitmen untuk UMKM dan Ekonomi Lokal
Dengan beroperasinya kembali TTM, peluang kolaborasi terbuka lebar bagi UMKM dan komunitas yang ingin berkembang.
"Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat meningkatkan daya saing UMKM serta menciptakan peluang baru bagi perekonomian lokal," tambah Syafei.
Bagi UMKM dan komunitas yang ingin bergabung, pendaftaran dapat dilakukan melalui kanal online resmi TTM.
Dengan sinergi antara inovasi, pelatihan, dan pemberdayaan, diharapkan UMKM mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang lebih tangguh.***

