POJOKSATU.id, Jakarta — Prospek saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masih menunjukkan sinyal positif di tengah tantangan kualitas aset yang membayangi.

Trimegah Sekuritas kembali menegaskan rekomendasi BUY untuk saham BBRI, meski merevisi target harga menjadi Rp5.400 per saham, turun dari sebelumnya Rp6.400.

Analis Trimegah, Jonathan Gunawan, menyebut penurunan target harga ini sebagai bentuk kehati-hatian terhadap potensi risiko kualitas aset.

Namun, ia menegaskan optimisme tetap terjaga berkat dukungan program pemerintah untuk membangkitkan UMKM.

“Kami mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp5.400, mengantisipasi risiko kualitas aset meski prospek pemulihan tetap cerah berkat program revitalisasi UMKM,” kata Jonathan, Rabu (2/7/2025).

Trimegah memperkirakan kinerja BBRI akan mulai pulih pada semester II/2025, ditopang oleh menguatnya penyaluran kredit mikro dan perbaikan kualitas aset.

Dalam proyeksi terbaru, pendapatan bunga bersih (NII) diperkirakan turun 7,6%, provisi meningkat 7,8%, dan laba bersih merosot 16,2%. Kendati demikian, prospek jangka menengah BBRI tetap diyakini membaik.

“Kami optimistis momentum di semester II akan menguat, terutama karena perbaikan segmen pinjaman mikro dan mulai normalnya kualitas aset,” ujarnya.

Salah satu katalis penting adalah program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berpotensi menyuntikkan tambahan likuiditas signifikan ke sektor UMKM.

Program ini menargetkan peningkatan jumlah penerima dari 6 juta pada Mei 2025 menjadi hampir 83 juta orang pada November 2025.

“Kami memperkirakan transfer likuiditas besar-besaran ke pasar massal akan mulai terlihat pada paruh kedua 2025, seiring program-program seperti MBG berjalan,” jelas Jonathan.

Program MBG sendiri diprediksi akan menyalurkan dana hingga Rp342 triliun ke perekonomian nasional, setara hampir 23% dari total pembiayaan UMKM per April 2025.

Aliran dana ini diyakini mampu mempersempit kesenjangan pertumbuhan dana pihak ketiga antara segmen korporasi dan UMKM.

“Jika simpanan UMKM tumbuh signifikan berkat transfer fiskal ini, maka itu bisa menjadi katalis struktural bagi percepatan pembiayaan mikro BBRI,” tegasnya.

Sementara pada kuartal pertama 2025, pertumbuhan kredit BBRI masih didominasi segmen korporasi dan menengah, pemulihan kredit mikro diperkirakan akan mengambil peran utama pada semester II, seiring meningkatnya penyaluran program pemerintah dan membaiknya kualitas pinjaman.

“Pemulihan kredit mikro akan semakin terasa di semester kedua, seiring realisasi penyaluran dana pemerintah yang mendorong perbaikan kualitas pinjaman,” tandas Jonathan.

Dari sisi valuasi, saham BBRI dinilai masih menarik. Berdasarkan metode valuasi GGM dengan asumsi ROAE 20,4%, cost of equity 13,9%, dan pertumbuhan jangka panjang 9,5%, target PBV dipatok di level 2,5x sehingga harga wajar saham berada di kisaran Rp5.400.***