POJOKSATU.id - PT Asri Karya Lestari (ASL) resmi meramaikan bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sektor infrastruktur dengan melakukan initial public offering (IPO) dalam waktu dekat.
Perusahaan dengan kode saham ASLI ini menargetkan raihan dana IPO dengan kisaran Rp125 sampai dengan Rp162,5 miliar. Sebanyak 12,5 miliar saham bakal dilepas saat IPO.
PT Asri Karya Lestari berpengalaman 15 tahun dalam bidang konstruksi, tetutama pada bidang pekerjaan pondasi dan pembangunan jalan. Perusahaan ini banyak mengerjakan proyek strategis nasional.
Rasio harga saham awal dengan harga IPO yang ditawarkan sekitar 2 kali. Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi seperti pembelian mesin konstruksi dan pembangunan batching plant (tempat produksi beton) demi menyokong operasional anak perusahaan.
Direktur Utama PT Asri Karya Lestari Sujatmiko menjelaskan perusahaan yang dirintisnya berdiri sejak tahun 2008. Pada awalnya kita sebagai kelompok spesialis kemudian berkembang ke pekerjaan pondasi dan pekerjaan eriction dan pekerjaan lainnya.
Tahun 2014, kata Sudjatmiko, PT Asri Karya Lestari mendapatkan kesempatan membangun proyek flyover dan selanjutnya pada tahun 2017 menggarap proyek APBN.
"Sampai saat ini kita terus mengerjakan proyek strategis nasional dengan total omset 60% dari proyek strategis nasional seperti IKN, dan proyek jalan tol di Jawa dan Sumatera," kata dia, Selasa, 2 Januari 2024.
"Setap tahun kita punya pertumbuhan revenue 30 sampai 50 persen, bahkan di tahun 2020 ketika covid, revenue tidak turun, maka dari itu kita punya keberanian di tahun 2023, awal tahun kita benar-benar lanjut supaya mendapatkan peningkatan modal untuk membesarkan perusahaan dengan status tbk," tutur dia.
Sudjatmiko juga merupakan caleg PKB untuk DPR RI dengan nomor urut 1 daerah pemilihan Jawa Barat VII.
Proyek yang sedang dikerjakan oleh PT Asri Karya Lestari saat ini adalah flyover Deltamas dan juga overpass di Kanci yang menghubungkan dua kebahasaan yang terbelah akibat Tol Cipularang dan proyek lainnya ada di wilayah Sulawesi, Jawa dan Sumatera.
Malau kita memang kita utamakan proyek strategis nasional karena dia dalam kondisi apapun tidak terhentikan untuk program dan keuangannya, kedua kemudian kita baru bidding proyek APBN dan APBD dan ketiga swasta nasional," kata dia.
"Kita tahun 2024 sudah punya strategi dengan pengembangan usaha pada bidang alat berat dan beton titik Kita akan ambil di sektor-sektor yang akan kita kembangkan di APBN kita sudah punya di Jawa Barat sudah mengikuti tender namanya proyek underpass Jalan Cilangkap, jalan tembus ke Gedebage. Itu sudah dalam proyek klarifikasi dan mudah-mudahan tahun 2024 bisa kita peroleh," katanya.
Dengan pertumbuhan yang mencapai 35 persen dari tahun 2022 sugatmiko optimistis pada akhir Desember bisa mencapai target yang diproyeksikan.
"Kita akan investasikan perolehan dana IPO yang Rp125 miliar itu 64 persen kita investasikan untuk setoran modal ke anak usaha untuk pembelian alat berat dan pembangunan batching plan," kata dia.
"Kemarin kita masih minim investasi di situ dan dengan adanya dana segar itu akan menumbah jumlah alat berat dan Beijing plan otomatis juga menaikkan jumlah rasio profit," demikian kata dia.***


