POJOKSATU.id, Balikpapan – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan inklusi keuangan di Indonesia dengan berpartisipasi dalam Financial Expo sekaligus menjadi bagian dari kick-off Bulan Inklusi Keuangan 2024 yang diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Balikpapan.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dan sektor jasa keuangan untuk meningkatkan akses dan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK dan Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk memperluas akses dan penggunaan produk serta layanan keuangan di kalangan masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan, penguatan, serta perluasan sektor jasa keuangan di Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Pangeran Raja Muhammad Nusantara Hadiri HUT TNI ke 79
Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, juga menegaskan pentingnya peran IJK dalam memperluas jangkauan layanan keuangan di wilayah-wilayah 3T, yang selama ini sering kali terpinggirkan dalam akses keuangan.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menjelaskan bahwa program PNM sejalan dengan tujuan OJK dalam memajukan inklusi keuangan, terutama melalui program PNM Mekaar yang menyediakan modal usaha bagi kelompok perempuan prasejahtera di pelosok.
"PNM telah hadir di 35 provinsi, mulai dari kota besar hingga pedesaan dan wilayah 3T. Baru-baru ini, kami juga meresmikan unit Mekaar di Natuna, sebagai bagian dari upaya kami untuk memperluas akses permodalan yang aman dan terjangkau," ungkap Arief.
Sejak pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi), nasabah PNM Mekaar yang mayoritas unbankable juga mendapatkan akses perbankan dasar melalui rekening Tabungan Simpedes UMi, sehingga mereka memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui layanan keuangan yang lebih baik.
Baca Juga: Masuknya PDI-P ke Zaken Kabinet Bukan Sekadar Balas Budi, Dinilai sebagai Langkah Stabilitas Politik
Arief menambahkan, “PNM, melalui inklusi keuangan khususnya melalui Holding UMi, diharapkan dapat berperan dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga prasejahtera."
PNM berkomitmen tidak hanya memberikan produk keuangan secara materiil, tetapi juga pendampingan usaha melalui tiga modal utama, yaitu finansial, intelektual, dan sosial, guna menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.***


