POJOKSATU.id, Kota Bandung - Pengelolaan kekayaan akan sepadan dinikmati bila kesehatan terjaga, lebih menyenangkan lagi kekayaan itu bisa dinikmati, diturunkan atau dibagi ke generasi berikutnya seiring menginvestasikan dengan baik, benar dan terpercaya hingga bertumbuh terus.

Tiga hal ini menjadi keuntungan bakal diperolah oleh para nasabah Permata Bank.

Consumer & Branch Banking Director Eddie Sajoga mengatakan event "Wealth Wisdom 2026 bertema “Finding Balance, Building Resilience” dan semangat “Growing Together Through Changes” ini yakni bagaimana nasabah bisa mengelola keuangan dengan baik di tengah-tengah dinamika ekonomi yang selalu berubah agar bisa survive (bertahan).

Baca Juga: Komjen Rudi Simpulkan Penyalahgunaan Wewenang di Lapas Cibinong, Siapkan Sanksi Bagi Pegawai

"Jadi melihat peluang usaha baru yang masih bagus, yang bisa survive. Tapi juga apa yang kita miliki juga bagaimana kita bisa mengaturnya dengan baik supaya keberlangsungan hidup itu tetap bisa berjalan dengan baik, kira-kira itu sih," jelas Eddie.

Terkait tentang kekayaan yang krusial kata Eddie bukan hanya mengenai kekayaan yang harus dipikirkan tetapi building resilience 'membangun ketahanan' itu yang merupakan ketangguhan kedepannya.

"Menyikapi berbagai perubahan dinamika tadi bagaimana kita tetap bisa bertahan atau survive. Tadi kan kita bicara bagaimana sih  mengenai pengelolaan kekayaan yang holistik itu termasuk kesehatan kita, kesehatan tubuh, mental. Terus juga di sisi lain bagaimana bisa membina religion yang baik, tapi bisa berbagi dan tentunya momen-momen itu menjadi penting," bebernya.

Baca Juga: 100 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Resmi Diserahkan di Purwakarta

Moment ini lanjutnya menjadi momentum  nasabah dan keluarganya, dengan lingkungan atau komunitasnya juga.

"Nah jadi ini bicara mengenai keseluruhan yang holistik bukan hanya bicara mengenai keuangan atau kekayaan aja sih. Itu yang kita ingin berbagi supaya nasabah juga melihat kehidupan ini memang utuh, bukan hanya bicara mengenai uang tetapi ya bicara mengenai keluarga, bicara mengenai generasi berikutnya, kira-kira" tegasnya.***