POJOKSATU.id, Jakarta – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui program BRI Menanam – Grow & Green.

Inisiatif ini tak hanya sekadar penanaman pohon, tetapi juga mencakup pelestarian laut, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi generasi muda demi masa depan bumi yang lebih hijau.

Program yang telah berjalan sejak 2022 ini merupakan bagian dari strategi besar BRI dalam menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).

Melalui empat pilar utama yaitu reforestasi, transplantasi terumbu karang, rehabilitasi mangrove, dan konservasi keanekaragaman hayati, BRI Menanam – Grow & Green telah menorehkan dampak nyata di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan solusi terhadap perubahan iklim sekaligus memberdayakan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal menanam pohon. Ini tentang menanam harapan, menjaga bumi, dan memberdayakan masyarakat agar tumbuh bersama alam,” ujar Hendy.

Sejak diluncurkan, *BRI Menanam – Grow & Green* telah menjangkau 17 titik di Indonesia. Capaian program ini mencakup:

• Penanaman 70.300 pohon produktif

• Transplantasi 5.430 fragmen karang di area 0,45 hektare

• Restorasi 3.000 tegakan lamun di lahan seluas 625 meter persegi

• Rehabilitasi kawasan hutan dan pesisir seluas 306,75 hektare

• Serapan karbon tahunan mencapai 53 ton CO₂e, dengan cadangan karbon 14 ton CO₂e

Tak hanya itu, sebanyak 29 kelompok masyarakat mulai dari Kelompok Tani Hutan hingga Kelompok Sadar Wisata telah terlibat aktif.

Mereka menerima pelatihan menyelam, budidaya ikan ramah lingkungan, hingga pengelolaan ekosistem terumbu karang.

Hingga Mei 2025, sebanyak 39 sertifikasi kelautan telah diberikan, mulai dari Open Water Diver hingga Pemandu Wisata Selam.

Tahun ini, BRI menggandeng pelajar dan mahasiswa dalam aksi nyata pelestarian lingkungan di pesisir Mamuju, Sulawesi Barat, dan Tuban, Jawa Timur.

Di Mamuju, siswa SMA Negeri 1 dan mahasiswa Mapala Universitas Muhammadiyah Mamuju terjun langsung ke laut, belajar tentang transplantasi karang dan budidaya ikan ramah lingkungan.

Di Tuban, siswa SMKN 1 melakukan penanaman cemara laut sebagai langkah mitigasi abrasi. Mereka juga mendapatkan edukasi tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keseimbangan alam.

“Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam kesadaran. Kami bangga siswa kami bisa belajar langsung mencintai lingkungan sejak dini,” ujar Firdaus Dias, Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Tuban.

Hendy menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan, melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan termasuk komunitas lokal dan organisasi non-profit.

“Grow & Green menjadi bukti nyata bahwa BRI tidak hanya fokus pada kinerja bisnis, tapi juga tanggung jawab sosial dan lingkungan. Mengajak generasi muda adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan bumi,” tutupnya.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni.

Melalui langkah konkret seperti ini, BRI menunjukkan bahwa menjaga bumi adalah tugas bersama, dimulai dari aksi nyata, dan ditanamkan sejak dini.***