POJOKSATU.id - Jika kalian baru memulai investasi pasti kalian sering bertanya tanya, reksadana jenis apa yang cocok buat saya? Apakah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, atau reksadana campuran?”
Nah, semua itu tergantung pada risiko yang ingin kalian hadapi, ada biasanya orang yang ingin cari aman, ada juga yang rela menanggung risiko lebih besar demi hasil yang lebih tinggi.
Untuk itu pada artikel ini, akan dijelaskan, bagaimana cara memilih jenis reksadana yang pas buat kita.
Pengertian Reksadana
Sebelum memilih jenis reksadana, alangkah baiknya kita pahami dulu apa sih reksadana itu?
Jadi, dilansir dari idx, Reksadana dapat diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Singkatnya, reksadana merupakan tempat untuk mengumpulkan uang dari banyak orang lalu uang itu dikelola oleh Manajer Investasi yang kemudian diinvestasikan ke berbagai efek (seperti saham, obligasi, atau deposito) agar menghasilkan keuntungan.
Jenis Jenis Reksadana
Setelah kita mengetahui pengertian reksadana, sekarang saatnya kita mengenal jenis-jenis reksadana dan menentukan mana yang paling cocok buat kita.
- Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang menempatkan dana kita ke investasi jangka pendek, seperti deposito, SBN, dan obligasi kurang dari satu tahun.
Jenis ini memiliki risiko yang rendah dan mudah dicairkan, sehingga cocok untuk investor pemula yang ingin keuntungan stabil dengan risiko kecil bahkan tanpa resiko sama sekali.
Tetapi kekurangan dari jenis reksadana ini adalah keuntungan yang didapat tergolong kecil, jika dibandingkan dengan jenis Reksadana yang lain.
- Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang sebagian besar uangnya diinvestasikan pada surat utang (obligasi) dari pemerintah atau perusahaan.
Jenis ini punya resiko yang sedang dan biasanya memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang.
Meskipun pendapatannya lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang, jenis ini bisa mengalami kerugian akibat fluktuasi pasar, namun untuk kerugiannya masih tergolong rendah dibandingkan reksadana saham.
Reksa Dana Campuran
Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang berisi berbagai investasi seperti saham, obligasi, dan deposito.
Jenis reksa dana ini memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap, karena sebagian dananya diinvestasikan ke saham, yang harganya bisa naik turun.
Namun, potensi keuntungannya pun lebih besar dibandingkan reksadana pendapatan tetap.
Reksadana Saham
Reksadana saham merupakan jenis reksadana yang memiliki keuntungan yang tinggi dibandingkan dengan jenis reksadana yang lain, tetapi Resikonya juga paling tinggi.
Karena reksa dana ini berinvestasi pada saham, yang harganya bisa naik turun dengan cepat tergantung kondisi pasar, ekonomi, dan kinerja perusahaan.
Setelah mengetahui tentang jenis jenis reksadana, kini kita sudah memiliki gambaran terkait jenis reksadana mana yang sesuai dengan kita.
Baca Juga: Anti Ribet! Ini Dia Contoh Prompt Foto Gemini AI untuk Pre Wedding, Dijamin Mertua Ikut Mesem
Contohnya jika kita hanya ingin sekedar menabung dan cari aman dengan meminimalisir resiko, kita bisa memilih reksadana pasar uang atau pendapatan tetap.
Tetapi jika kita ingin mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan mengorbankan resiko, kita bisa memilih reksadana campuran ataupun saham.
Semua itu tergantung keinginan kalian, yang terpenting jika kita baru memulai investasi, usahakan diversifikasi ke produk investasi lain, seperti emas agar pendapatan kita bisa lebih tinggi dan resiko bisa lebih terjaga.***


