POJOKSATU.ID - Menjelang hari jadi yang ke 50 tahun, PT Summarecon Agung TBK (SMRA) akan membedah 500 rumah yang tidak layak huni dan melakukan perbaikan sejumlah fasilitas umum, disekitar kawasan pengembangan.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi, menjelaskan, bahwa untuk anggaran sendiri akan mengalokasikan sebesar Rp 15 miliar atau sekitar Rp 30 juta perunit yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan renovasi.
Baca Juga : BYD Dolphin 2025 Tampil Lebih Segar, Bawa Warna Baru, Fitur V2L, dan Baterai Lebih Tangguh
Adrianto menambahkan, bahwa untuk renovasi 11 fasilitas umum anggarannya mencapai Rp7,5 miliar.
"Nantinya perbaikan akan dilaksanakan dengan membagi 250 unit di 11 kecamatan Kota Bekasi dan 250 unit di 13 kecamatan Kabupaten Bekasi. Pelaksanaan program ini didasarkan pada data rumah tidak layak huni yang diperoleh dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi," jelas Adrianto, Jumat 22 Agustus 2025.
Untuk tahap awal, Summarecon melakukan renovasi fasilitas umum di SDN Harapan Mulya 1 Kota Bekasi sekaligus menjadi lokasi peresmian program bedah fasilitas umum yang serentak dilakukan di berbagai wilayah pengembangan Summarecon.
Baca Juga : Xiaomi 15 Resmi Meluncur, Harga Lebih Bersahabat, Jadi Penantang iPhone 16 dan Galaxy S25
Program ini akan dilakukan bertahap hingga 2045 dengan merenovasi 11 fasilitas di tahun pertama, dan di tahun berikutnya merenovasi 2 fasilitas setiap tahunnya hingga mencapai total 50 fasilitas umum.
"Kami sadar bahwa banyak fasilitas yang dibangun pemerintah sudah dimakan usia, dan kita tahu bahwa bujet pemerintah juga sangat terbatas. Sehingga kita mencoba men-support pemerintah," ungkap Adrianto.
Director Sharif Benyamin menjelaskan dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan pekerja proyek yang kami sebut dengan seniman bangunan untuk melakukan renovasi rumah dan fasilitas umum.
"Renovasi dilakukan dengan mengacu pada standardisasi pembangunan Summarecon, yang menekankan keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan," tutup dia.***


