Pojoksatu.id - Sebanyak 20 warga Binaan di lapas Kelas III Rangkasbitung, melakukan pelatihan tata boga dengan fokus pada pembuatan Kimbab, yang merupakan makanan khas Korea.
Diketahui bahwa pelatihan tersebut berkolaborasi dengan Mahasiswa Pendidikan Nonformal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), di bawah bimbingan dosen Ahmad Fauzi.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung secara partisipatif ini menggabungkan teori, diskusi, praktik langsung, hingga evaluasi dan pemberian sertifikat kompetensi.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kasubsi Pembinaan, Bapak Eka Yogaswara, yang menyampaikan harapan agar pelatihan ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi bagi para peserta.
Menurut penanggung jawab program, Ima Erfiyansyah, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis memasak, tetapi juga membangun mental kewirausahaan dan kepercayaan diri warga binaan.
"Hasilnya sangat memuaskan. Warga binaan tidak hanya mahir membuat kimbab, tetapi juga menunjukkan antusiasme tinggi dan bertekad untuk menjadikan keterampilan ini sebagai bekal membuka usaha setelah bebas nanti," ungkap Ima, Sabtu 24 Mei 2025.
Dalam sesi praktik, warga binaan terlihat antusias mengikuti instruksi, mulai dari teknik pengolahan bahan, penggulungan, hingga penyajian.
"Hasil Pelatihan ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan di dalam lapas, sejalan dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pengembangan keterampilan untuk reintegrasi sosial ekonomi," jelas dia.
Dirinya berharap, nantinya warga binaan dapat membangun masa depan yang lebih baik dan produktif setelah keluar dari Lapas.
"Saya berharap, nantinya bisa menurunkan risiko residivisme melalui jalur kewirausahaan kuliner," pungkas dia.***


