POJOKSATU.id — Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan 17 program paket stimulus ekonomi yang dinamakan “Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5” dengan total anggaran Rp16,23 triliun.
Paket stimulus ini menjadi strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 5,2 persen pada akhir 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah ingin menjaga momentum pemulihan ekonomi yang kini berada di level 5,12 persen pada kuartal II 2025, setelah sempat melambat ke 4,87 persen pada kuartal sebelumnya.
“Dengan adanya itu, harapannya belanja pemerintah bisa kita kawal terus. Ya, kita berharap target 5,2 [persen] kita bisa capai,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp114,28 Triliun ke 2,5 Juta UMKM, Pertanian Jadi Penopang Utama
Stimulus untuk Ojol
Salah satu stimulus utama adalah diskon 50 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk pengemudi ojek online (ojol), ojek pangkalan, sopir, kurir, dan logistik.
Target penerima manfaat mencapai 731.361 orang dengan dukungan dana Rp36 miliar dari BPJS.
“Target penerimanya adalah 731.361 orang, diberikan diskon 50 persen untuk JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian),” jelas Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga akan menggratiskan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi 552 ribu pekerja sektor hotel, restoran, dan kafe dengan gaji di bawah Rp10 juta.
Stimulus ini menyedot anggaran Rp120 miliar.
Baca Juga: 10 Ide Bisnis Kreatif ala Mahasiswa: Modal Kecil, Cuan Jalan Terus!
Di sisi lain, stimulus paling besar adalah bantuan pangan berupa beras 10 kg per bulan selama dua bulan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran Rp7 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa paket stimulus ini tidak akan memperlebar defisit APBN 2025.
“Jadi ini adalah optimalisasi penyerapan anggaran supaya berdampak pada perekonomian tanpa merubah defisit yang terlalu signifikan,” jelasnya.
Baca Juga: Geger, Pembobolan Rekening Rp 70 Miliar di BCA, Begini Kronologi dan Kasusnya
Delapan Program Akselerasi 2025
-
Program magang bagi 20 ribu fresh graduate dengan uang saku Rp3,3 juta per bulan.
-
Perluasan PPh 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata.
-
Bantuan pangan Oktober–November 2025.
-
Diskon iuran JKK dan JKM untuk BPU transportasi online.
-
Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan.
-
Program padat karya tunai Kemenhub dan PUPR.
-
Percepatan deregulasi PP28 (integrasi sistem K/L dan RD TR Digital ke OSS).
-
Program perkotaan (pilot project DKI Jakarta) untuk pemukiman dan gig economy.
Baca Juga: BRI Buka Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025, Siapkan Wirausaha Tangguh dari Daerah
Empat Program yang Diperpanjang hingga 2026
-
PPh Final 0,5 persen bagi UMKM hingga 2029.
-
Perpanjangan PPh 21 DTP sektor pariwisata.
-
PPh 21 DTP untuk sektor padat karya.
-
Diskon iuran JKK dan JKM bagi BPU non-upah.
Lima Program Khusus Penyerapan Tenaga Kerja
Pemerintah juga menyiapkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pembukaan lapangan kerja besar-besaran.
Baca Juga: Mastel Harap Menkeu Baru Dorong Insentif dan Debottlenecking Regulasi Industri Digital
-
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: target 80 ribu koperasi baru, serap 681 ribu orang, hingga 1 juta pekerja pada Desember 2025.
-
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP): 100 desa pada 2025, potensi 200 ribu lapangan kerja.
-
Revitalisasi tambak Pantura: 20 ribu hektare, serap 168 ribu tenaga kerja.
-
Modernisasi 1.000 kapal nelayan: potensi 200 ribu lapangan kerja baru.
-
Perkebunan rakyat: replanting 870 ribu hektare lahan, potensi 1,6 juta lapangan kerja dalam dua tahun, dengan komoditas prioritas tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala.
Baca Juga: 7 Tuntutan Driver Ojol 17 September 2025, Dari Potongan Aplikator hingga Usut Tragedi 28 Agustus
Dengan paket stimulus ini, pemerintah menaruh harapan besar pada akselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus pembukaan jutaan lapangan kerja baru.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Silahkan berikan tanggapan di kolom komentar dan bantu share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Rifki Setiadi


