POJOKSATU.id - Popularitas Eric Zhu melejit di jagat Twitter dan LinkedIn, diperbincangkan oleh banyak orang setelah berulang kali ditegur oleh orang tua dan kepala sekolah
 
karena aktivitas sampingan yang Eric Zhu  jalankan di lingkungan sekolah, tepatnya dari toilet sekolah.
 
Di sisi lain, saat rekan-rekan sebayanya berjuang menuntaskan tugas-tugas sekolah, Eric justru meluangkan waktunya di toilet sekolah untuk merancang rencana bisnisnya dan menjalankan pertemuan daring.
 
Kisah keprihatinan yang dirasakan oleh Eric juga telah menjadi sorotan yang mengharukan, bahkan hingga membuat namanya tersebar di media sosial.
 
Tidak usah ragukan kemampuan luar biasa Eric Zhu dalam membangun perusahaannya dan menjalin koneksi dengan para pengusaha dan investor, semuanya dimulai dari toilet sekolah!
 
 
Meskipun terdengar aneh, tapi jangan salah sangka, prestasi ini sungguh tidak mudah, terutama bila melihat usianya yang baru menginjak 15 tahun. 
 
Bagaimana mungkin Eric mampu menjadi seorang pengusaha sukses tanpa pengalaman? Ayo, kita telusuri kisah menarik di balik perjalanan Eric Zhu ini!
 
Perjalanan Mengejutkan Eric Zhu Menjadi Pengusaha
 
Dalam awal gempuran pandemi Covid-19, Eric Zhu memutuskan untuk meraih ilmu coding karena kebosanannya di rumah.
 
Tapi siapa sangka, minatnya yang membara membawa Eric Zhu dari Indiana, Amerika Serikat, mengarungi samudra kontak dan skill di dunia programming melalui Discord. 
 
Tak hanya itu, Eric bahkan memasuki medan perang Hackathon, pertempuran coding epik yang turut diikuti oleh anak Elon Musk.
 
Dengan keahliannya dalam dunia coding, di usia yang baru menginjak 13 tahun, Eric berani untuk bekerja paruh waktu bersama startup-startup di tengah krisis pandemi.
 
Tak hanya terbatas pada perusahaan kartu kredit bernama Carbon Zero Financial, Eric juga memegang jabatan penting di usia 14 tahun dan menjadi bagian dari Dewan Direksi serta menjadi salah satu pendiri Academia Edge. 
 
 
Perusahaan ini menyediakan ilmu coding dengan harga terjangkau untuk para mahasiswa.
 
Tak butuh waktu lama, setahun kemudian, Eric bahkan menyandang peran sebagai investor untuk BachmanityFund.
 
Firma investasi yang menopang proyek-proyek luar angkasa dan memberikan dukungan kepada pengusaha muda. 
 
Berkat usaha ini, Eric berhasil menghimpun dana hingga mencapai angka fantastis, sebesar US$20 juta!
 
Eric Menggelar Sayap Bisnisnya Sendiri
 
 
Bergerak cepat, Eric meluncurkan E-social, sebuah platform ed-tech yang menyatukan komunitas siswa dengan cara yang tak terbayangkan.
 
Berkat popularitasnya yang membuncah, hampir 50.000 siswa dari 50 sekolah telah bergabung dalam antrian tunggu!
 
Namun, Eric merasa hatinya tidak sepenuhnya berada di dunia ed-tech. Akibatnya, bisnis itu pun dijual.
 
Kini, sorotan Eric tertuju pada Aviato, proyek terbarunya. Ini adalah mesin pencari khusus untuk startup yang haus dana demi perkembangan bisnis mereka. 
 
Platform ini bukan saja membantu para investor atau Venture Capitalists VC menemukan kesepakatan dengan calon pengusaha berbakat, tetapi juga telah membantu sejumlah besar startup berkembang.
 
 
Membangun Jejaring sebagai Senjata Eric
 
Meskipun statusnya masih sebagai pelajar, Eric memiliki bakat dalam mengembangkan jaringan bisnisnya. 
 
Dari mengutak-atik Discord hingga melalui beberapa blokir, Eric akan selalu menemukan cara untuk menghubungi komunitas dengan minat yang sejalan.
 
Salah satu cara utamanya adalah melalui Calendly, platform canggih untuk menata janji temu.
 
Eric berhasil menaklukkan platform ini, 'merajut' hubungan dengan banyak pengusaha dan investor teknologi terkemuka. 
 
Kesempatan menghampirinya, dan diiringi dengan semangat yang tak kenal lelah, Eric memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun koneksi dan mendapatkan wawasan bisnis. 
 
Menariknya, banyak pertemuan dilakukan di toilet sekolah!
 
 
Percakapan Hangat di Dunia Maya, Eric Zhu Menarik Perhatian
 
Eric, yang kerap membagikan keluhan dan meme menarik di Twitter, telah menciptakan citra yang tak terlupakan, membuat namanya dikenal oleh banyak orang. 
 
Dan, siapa yang tak penasaran dengan kisah pengusaha muda yang berhasil mengembangkan usahanya sendiri hingga mengumpulkan dana sebesar US$20 juta di usia yang baru 15 tahun?
 
Tyler Gebhart, seorang ahli pemasaran yang kerap berkolaborasi dengan para pengusaha muda.
 
Mengungkapkan betapa mengagumkannya pengetahuan dan kepemimpinan yang dimiliki oleh Eric.
 
Eric sudah membawa pengalaman teknologinya ke dalam perusahaan dan berperan layaknya pemimpin yang matang.
 
 
Meski Aviato menampilkan nuansa merek khas Generasi Z, Tyler tidak bisa mengelak betapa efektifnya cara Eric mempromosikan mereknya melalui Twitter.
 
Secara keseluruhan, walaupun cara Eric seperti meretas platform dan membagikan meme terkesan santai dan tak terlalu serius, strategi yang dia gunakan jelas telah membawanya menjadi miliarder muda dalam waktu singkat.
 
Dengan tambahan keahliannya dalam pemrograman yang mengalir seperti bakat alam, banyak harapan terletak pada bahunya untuk membawa perubahan dalam dunia pemrograman di masa mendatang.
 
Meskipun pendekatan Eric mungkin tidak selalu disepakati oleh semua kalangan pengusaha.
 
Sulit untuk menutup mata pada potensinya sebagai indikator munculnya generasi baru pengusaha muda yang lebih kreatif dan tanggap dalam meraih peluang bisnis.***