POJOKSATU.id - Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terbuka pada perdagangan Rabu, 9 September 2026.
Sinyal positif terlihat setelah indeks pada sesi sebelumnya mampu naik 1,01 persen dan berakhir di level 6.686.
Kenaikan tersebut juga dibarengi dengan munculnya volume pembelian.
Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam membaca peluang pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.
Baca Juga: Banyak yang Bingung, Begini Proses Panjang Penyaluran Dana PIP dari Kas Negara ke Rekening Siswa!
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase akhir wave v dari wave (c).
Area 6.736-6.812 menjadi rentang yang perlu dicermati apabila penguatan berlanjut.
Meski begitu, investor tetap perlu memperhatikan potensi koreksi dalam waktu dekat. Rentang 6.668-6.683 menjadi area yang patut diwaspadai.
Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 6.610 dan 6.561. Sementara itu, resistance berada di 6.705 dan 6.755.
Di tengah peluang tersebut, sejumlah saham juga memiliki setup teknikal yang menarik untuk dicermati.
Baca Juga: Skema Bantuan PIP Resmi Berubah, Kini Nominal Ditetapkan Per Semester!
ESSA
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) menjadi salah satu saham yang masuk radar dengan strategi Buy on Weakness.
ESSA sebelumnya menguat 0,73 persen ke Rp690.
Pergerakan saham juga disertai volume pembelian dan masih berada di atas MA200.
Secara teknikal, posisi ESSA diperkirakan berada pada bagian wave (iv) dari wave [i] dalam wave C.
Area Buy on Weakness berada di Rp655-Rp680.
Target harga ditetapkan pada Rp720 dan Rp760, sedangkan stoploss berada di bawah Rp650.
PGAS
Berikutnya ada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).
Saham ini menguat 1,32 persen menjadi Rp1.540 dengan dominasi volume pembelian.
PGAS juga masih mampu bertahan di atas MA20. Posisi teknikalnya diperkirakan berada di awal wave [c] dari wave Y.
Investor dapat mencermati area Buy on Weakness Rp1.520-Rp1.535.
Target harga berada di Rp1.585 dan Rp1.615, dengan stoploss di bawah Rp1.510.
SSIA
Baca Juga: Aturan PIP 2026 Berubah, Usia 5 Tahun Kini Bisa Dapat Bantuan Dana Pendidikan dari Kemendikdasmen!
Untuk strategi Trading Buy, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menjadi salah satu pilihan yang menarik diperhatikan.
SSIA naik 0,28 persen ke Rp1.800 dan kembali menunjukkan volume pembelian. Saham tersebut juga masih bergerak di atas MA20.
Posisinya diperkirakan berada di penghujung wave [a] dari wave 4.
Area Trading Buy berada di Rp1.760-Rp1.785. Target harga masing-masing Rp1.845 dan Rp1.870, sedangkan stoploss ditetapkan di bawah Rp1.740.
WIFI
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga masuk daftar saham yang patut dicermati, meski pergerakan terakhirnya cenderung tertahan.
Baca Juga: Limbah Ban Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa FEB UI Juara 1 Bioenergy Talent 2026
WIFI ditutup flat di Rp2.100 dengan munculnya tekanan jual.
Secara teknikal, saham ini diperkirakan masih berada pada bagian awal wave 5 dari wave (A).
Strategi yang diberikan adalah Trading Buy pada kisaran Rp2.010-Rp2.100.
Target harga berada di Rp2.300 dan Rp2.380, sementara stoploss dipasang di bawah Rp1.945.
Penguatan IHSG memang membuka ruang bagi investor untuk kembali melihat peluang, tetapi pergerakan pasar tetap bisa berubah cepat.
Karena itu, level support, resistance, target, dan batas risiko menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan investasi.***


