POJOKSATU.id, Jakarta – Di usia yang belum genap 30 tahun, Tiopilus telah membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menorehkan kesuksesan.
Ia mendirikan brand lokal footwear Vantera saat baru lulus kuliah di usia 21 tahun yang merupakan sebuah keputusan besar di tengah pandemi dan keterbatasan.
Bermodal tekad dan jaringan kecil di dunia konveksi, ia menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk bangkit, bukan menyerah.
“Gagasan untuk mendirikan Vantera muncul saat saya baru lulus kuliah di usia 21 tahun. Waktu itu masih masa pandemi COVID-19, dan mencari pekerjaan sebagai fresh graduate terasa sangat sulit. Apalagi waktu itu saya juga mengalami cedera yang membuat semakin sulit untuk mendapat panggilan pekerjaan. Di tengah hari-hari saya menunggu panggilan kerja, saya mulai berpikir dibandingkan hanya terus menunggu mungkin ini saatnya mencoba usaha sendiri. Kebetulan saya punya kenalan di bidang konveksi, jadi saya memutuskan untuk mulai memproduksi sandal pria dan meluncurkan bisnis Vantera ini,” cerita Tiopilus.
Belajar Otodidak, Langkah Pertama Bersama Shopee
Tak punya latar belakang di dunia fesyen atau alas kaki, Tiopilus belajar semua dari nol. Ia memulai dari mencari bahan yang tepat, memahami proses produksi, hingga mengenali pasar dan gaya hidup anak muda.
Dari situ lahirlah Vantera, brand sandal pria bergaya simpel namun berkualitas, yang menjawab kebutuhan pasar anak muda.
Dengan kehadiran di Shopee sejak 2022, Vantera mulai dikenal luas.
“Sebagai pengusaha muda, saya sering dipandang sebelah mata, apalagi saat harus bekerja sama dengan orang-orang yang jauh lebih berpengalaman. Tapi justru itu yang memacu saya untuk terus konsisten dan membuktikan kualitas produk Vantera. Akhirnya, waktu dan hasil kerja yang akhirnya menjawab semuanya. Bergabung bersama Shopee menjadi langkah yang tepat untuk saya bisa memulai bisnis ini dengan mudah dan menjangkau target market yang sesuai. Lewat Shopee, saya juga bisa menunjukkan bahwa brand ini punya nilai dan kualitas yang tidak kalah dengan brand besar lainnya, dan dari situlah kepercayaan mulai tumbuh,” katanya.
Tumbuh Bersama Shopee, Menjadi Brand Lokal yang Diperhitungkan
Dari dapur produksi kecil di Tangerang, Vantera kini berdiri kokoh dengan operasional mandiri dan tim lebih dari 40 anak muda.
Memanfaatkan fitur Shopee seperti Shopee Live dan Shopee Affiliate, Vantera tak hanya menjual produk tapi juga membangun kedekatan dengan konsumen.
Live streaming dilakukan setiap hari dari pukul 9 pagi hingga 5 sore, menyumbang hingga 25% dari total penjualan bulanan mereka.
Shopee pun menjadi mitra pertumbuhan penting. Melalui kampanye seperti Shopee Big Ramadan Sale, Vantera berhasil meningkatkan penjualan hingga lima kali lipat.
Hubungan yang lebih dekat dengan konsumen pun terbentuk lewat fitur-fitur digital yang inklusif dan strategis.
Kesuksesan Vantera tak hanya pada produknya, tapi juga pada nilai-nilai yang dibawanya.
Tiopilus tak sekadar menjual alas kaki, tapi juga membangun identitas produk lokal dengan detail berkualitas, bahan dari pabrik lokal, dan produksi oleh tangan-tangan muda yang berbakat.
Kini, Vantera tak hanya menjual sandal. Ekspansi ke produk seperti sepatu dan tas pria sedang dijalankan.
“Saya ingin Vantera tidak hanya menjadi sebuah brand saja. Saya ingin Vantera bisa jadi ruang belajar, berkembang, dan berkontribusi yang inspiratif bagi banyak orang, terutama anak-anak muda yang sedang mencari arah,” ujar Tiopilus dengan penuh semangat.
Shopee sendiri terus menunjukkan dukungannya pada UMKM lewat kanal Shopee Pilih Lokal yang merupakan wadah khusus untuk brand lokal berkualitas.
Inisiatif ini menjadi jembatan antara para pelaku usaha dan konsumen yang mencari produk dalam negeri yang tak kalah saing dengan brand global.
Melalui kisah Tiopilus dan Vantera, satu hal menjadi jelas bahwa dari sebuah keterbatasan, bisa tumbuh kekuatan. Dan dari sepasang sandal, bisa lahir sebuah harapan besar.***


