POJOKSATU.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencananya untuk mendiskusikan pembentukan Family Office dengan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini diklaim telah mendapat persetujuan dari Presiden dan diharapkan dapat segera direalisasikan.
Dalam pernyataannya kepada media di Jakarta, Rabu (15/1/2025), Luhut menegaskan pentingnya percepatan implementasi Family Office.
“Kita mau cepat. Kalau saya ketemu presiden, saya mau usul, bulan depan bisa kita jalankan. Kita sudah lama studi,” katanya.
Luhut menyoroti pentingnya langkah ini untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, yang sudah lebih dahulu mengembangkan struktur Family Office.
Baca Juga: Dirjen AHU Tindak Lanjut Family Office Sebagai Social Enterprise untuk Menarik Investor
Ia menekankan perlunya kebijakan insentif yang lebih kompetitif agar dapat menarik perhatian investor global.
“Mereka kasih insentif yang sangat kompetitif. Kita harus lakukan hal yang sama, kalau tidak, kita kalah,” ujarnya.
Apa Itu Family Office?
Family Office adalah struktur keuangan yang dirancang untuk mengelola kekayaan keluarga secara terpusat, termasuk investasi, pajak, dan warisan.
Di Indonesia, pemerintah tengah merancang Bali dan IKN Nusantara sebagai pusat Family Office untuk menarik investasi dari keluarga-keluarga kaya dunia.
Family Office didefinisikan sebagai lembaga yang mengurus segala hal yang berkaitan dengan perusahaan keluarga.
Family Office berfungsi sebagai firma manajemen keuangan dan penasihat utama bagi individu atau keluarga dengan kekayaan bersih yang tinggi.
Firma ini menawarkan berbagai layanan, termasuk investasi, pengelolaan pajak, sumbangan amal, hingga bimbingan multigenerasi.
Baca Juga: BRI Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Talkshow Inspiratif
Tujuannya adalah memberikan solusi pengelolaan kekayaan yang menyeluruh bagi keluarga atau individu dengan aset signifikan.
Pemerintah Indonesia berharap dengan keberadaan Family Office, posisi Indonesia sebagai destinasi investasi utama di kawasan dapat diperkuat.
Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak minat investor global melalui insentif yang menarik. ***


