POJOKSATU.id - Elon Musk, sang miliarder yang dikenal sebagai otak di balik Tesla dan SpaceX.
Ternyata, memiliki kisah pribadi yang cukup mengharukan. Elon Musk pernah capaibtitik terendah sebagai miliader.
Dalam biografi yang ditulis oleh Walter Isaacson, terungkap bahwa Musk sering kali mengalami stres berat yang berujung pada insomnia dan muntah.
Musk dikenal memiliki jam kerja yang panjang, bahkan sampai tidur di lantai pabrik Tesla.
Baca Juga: Elon Musk Matikan Starlink Saat Ukraina Serang Rusia
Jadwal kerja yang intens ini tampaknya telah berdampak pada kesehatannya.
Di saat-saat sulit, Musk sering kali terjaga di malam hari dan muntah karena tekanan.
Misalnya, pada tahun 2008, setelah dua roket SpaceX meledak dan dia sedang menjalani proses perceraian.
Musk harus memberikan pidato di Royal Aeronautical Society di London.
Pada periode yang sama, dia juga mengunjungi CEO Aston Martin, yang meremehkan gerakan EV.
Keesokan harinya, Musk bangun dengan rasa sakit perut yang parah.
Baca Juga: Starlink Elon Musk Siap Gas Internet Indonesia, Nasib Operator Seluler Lokal Bagaimana?
Biografi ini juga menceritakan bagaimana Musk bertemu Talulah Riley, yang dia nikahi dua kali, saat mengunjungi sebuah klub malam di London untuk melepas penat.
Setelah krisis ekonomi 2008, Tesla berada di ambang kebangkrutan dan Musk mulai meminta teman dan keluarga untuk memberikan uang agar bisa membayar staf.
Riley mengatakan kepada Isaacson bahwa dia pikir Musk akan mendapatkan serangan jantung karena mimpi buruk dan muntah-muntahnya.
Baca Juga: Ngobrol dengan Elon Musk dan Taylor Swift? Bisa Chat di Platform Character AI
Grimes, dengan siapa Musk memiliki tiga anak, juga menceritakan kesulitan tidur sang miliarder kepada Isaacson.
Pada tahun 2019, Tesla lagi-lagi membutuhkan uang untuk tetap beroperasi, dan CEO-nya putus asa mencari rencana untuk meyakinkan investor.
"Malam demi malam, Musk duduk tegak di tepi tempat tidurnya di samping Grimes, tidak bisa tidur," tulis Isaacson.***

