POJOKSATU.id, Ponorogo – Modal bukan lagi alasan untuk menyerah.
Hal itu dibuktikan Tommy Wavolta, warga Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Ponorogo.
Berawal dari keterbatasan dana, kini ia mampu menjalankan bisnis pakan ternak bernama Dara Farm yang memasok kebutuhan peternak hingga ke Madiun dan Pacitan.
Kunci keberhasilannya? Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.
Tahun 2018 menjadi titik balik hidup Tommy. Saat itu, ia ingin mandiri dan punya usaha sendiri, namun terbentur modal.
Kesempatan datang ketika ia mengenal program KUR dari BRI.
Bermodal keberanian, ia mengajukan pinjaman dan memulai usaha pertamanya di bidang gas elpiji, disusul peternakan ayam jawa super.
Tiga tahun berjalan, Tommy melihat peluang di sektor peternakan kambing.
Ia mulai dengan empat ekor sebagai percobaan. Tapi seiring pertumbuhan ternaknya, masalah baru muncul seperti pakan yang mahal dan sulit didapat.
“Pelihara kambing makin banyak, pakan makin susah. Jadi saya kepikiran bikin pakan sendiri,” ujarnya.
Bersama sang istri, Dwi Eli Ernawati, Tommy mulai bereksperimen.
Ia mengolah limbah industri pangan seperti ampas tahu dari Bekasi dan onggok (limbah tepung tapioka) dari Lampung.
Setiap bulan, Dara Farm mendatangkan sekitar 35 ton onggok dan 25 ton ampas tahu, ditambah 20 ton limbah pangan lainnya dari Jawa Timur.
Inovasi ini membuat produk pakan Dara Farm jadi andalan.
Rata-rata produksi mencapai 15 ton per bulan. Pakan buatan Tommy cocok untuk berbagai ternak seperti unggas, kambing, domba, hingga sapi.
Tak hanya itu, Tommy juga menanam rumput gajah sebagai alternatif hijauan untuk dijual ke peternak lokal.
Kini, Dara Farm didukung dua karyawan tetap dan beberapa pekerja lepas, terutama saat bongkar muat bahan baku.
Usahanya berkembang pesat dan jadi contoh sukses pemanfaatan potensi lokal serta limbah industri untuk kebutuhan agribisnis.
Tommy tak lupa pada pijakan awal kesuksesannya.
“Tanpa KUR BRI, saya mungkin tidak bisa memulai usaha. Pinjaman itu yang bantu saya berani melangkah,” ucapnya.
Ia pun memasang target baru: memiliki pabrik pakan sendiri dan meluncurkan merek lokal agar produk Dara Farm lebih dikenal luas.
Di sisi lain, BRI terus memperluas akses pembiayaan UMKM lewat KUR.
Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa hingga akhir Triwulan II 2025, BRI telah menyalurkan Rp83,88 triliun atau 47,93% dari total alokasi KUR nasional yang mencapai Rp175 triliun.
Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional lewat pemberdayaan pelaku usaha kecil.
Kisah Tommy menjadi bukti bahwa KUR bukan sekadar pinjaman, melainkan alat transformasi ekonomi yang nyata.
Dari keterbatasan menjadi keunggulan, dari kampung ke pasar regional.***


