POJOKSATU.id, Jakarta – Tren camilan kembali diramaikan oleh kehadiran Dubai Chewy Cookie, yang belakangan ini mendominasi linimasa media sosial.

Popularitasnya terdongkrak oleh konten ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) yang menampilkan sensasi gigitan pertama pada lapisan marshmallow berbalut cokelat dengan isian kataifi pistachio yang renyah.

Tidak sekadar soal rasa, camilan ini menawarkan pengalaman menyeluruh mulai dari visual premium, tekstur unik, hingga sensasi saat disantap.

Di tengah perubahan preferensi konsumen yang kini semakin memperhatikan tampilan dan pengalaman makan, Dubai Chewy Cookie dengan cepat mencuri perhatian publik.

Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, mengatakan, “Tren camilan di Indonesia belakangan ini identik dengan tekstur yang kenyal, rasa yang unik, hingga tampilan yang menggugah selera. Mulai dari mochi beberapa waktu lalu, kini tengah viral camilan Dubai Chewy Cookie. ami melihat ada dua kebutuhan yang selalu muncul, yakni ada yang langsung mencari produk jadinya, atau ingin berkreasi sendiri di rumah. Shopee mengakomodir keduanya, tersedia banyak pilihan dari merchant UMKM dan brand lokal berkualitas agar pengguna terpenuhi kebutuhannya dengan praktis”.

Mengapa Dubai Chewy Cookie Bisa Viral?

Popularitas Dubai Chewy Cookie tidak datang tanpa alasan.

Kombinasi tekstur, rasa, dan visual menjadikannya mudah menarik perhatian sekaligus memicu rasa penasaran.

Tren ini semakin meluas setelah sejumlah figur publik dan kreator konten membagikan pengalaman mereka mencoba camilan tersebut.

Dari sekadar konten FYP, Dubai Chewy Cookie berkembang menjadi fenomena yang mendorong antrean pembelian hingga sistem pre-order selama berminggu-minggu. Efek FOMO pun tak terhindarkan.

Beberapa faktor utama di balik viralnya camilan ini antara lain:

• Tekstur chewy yang unik

Lapisan luar yang kenyal dengan efek stretchy berpadu dengan isian kataifi yang renyah, menciptakan kontras tekstur yang menarik di setiap gigitan.

• Rasa cokelat yang rich dan indulgent

Perpaduan cokelat hitam dengan selai pistachio menghasilkan rasa yang seimbang—tidak terlalu manis, namun tetap kaya. Brand lokal seperti Pipiltin bahkan menghadirkan varian dengan kakao khas Indonesia.

• Visual yang menggoda & social media worthy

Kontras warna cokelat pekat dan hijau pistachio, ditambah tekstur kataifi yang terlihat jelas saat dipotong, membuatnya sangat menarik untuk konten visual.

• Kreasi unik dari brand lokal

Variasi rasa terus berkembang, mulai dari biscoff, matcha, hingga stroberi. Adaptasinya pun meluas ke berbagai bentuk camilan seperti donat mochi, risol, hingga es krim.

Brand Lokal Hadirkan Beragam Kreasi

Seiring meningkatnya minat pasar, berbagai brand lokal mulai menghadirkan interpretasi mereka terhadap tren ini.

Di Shopee, pengguna dapat menemukan beragam pilihan Dubai Chewy Cookie maupun bahan untuk membuatnya sendiri di rumah.

Bittersweet by Najla menghadirkan varian Dubai Chewy Cookie yang dipadukan dengan fudgy brownies.

Sementara itu, Melts Indonesia menyediakan selai pistachio kunafa untuk kebutuhan kreasi rumahan.

Pipiltin Cocoa juga menawarkan inovasi melalui produk seperti Dubai Chocolate Cracks dan Chocolate Triple Cookie.

“Dubai Chewy Cookie jadi contoh bagaimana camilan viral bisa mendorong dua kebiasaan sekaligus, ada yang ingin langsung mencicipi, ada juga yang tertarik ikut berkreasi. Shopee ingin hadir untuk memudahkan keduanya, sambil mendukung UMKM dan brand lokal yang menghadirkan berbagai versi kreatif dari tren ini,” ujar Adi Rahardja.