POJOKSATU.id, Sumenep – Bank Mandiri semakin serius membangun ekonomi kerakyatan dengan memperluas layanan keuangan digital hingga ke pelosok negeri.
Lewat program Mandiri Agen, bank berlogo pita emas ini menghadirkan layanan perbankan yang mudah dijangkau oleh masyarakat desa, pelaku UMKM, dan sektor produktif di daerah terpencil.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara atau akrab disapa Ossy, menegaskan bahwa Mandiri Agen adalah inisiatif strategis untuk memperluas akses keuangan di luar kantor cabang.
“Kami ingin setiap lapisan masyarakat memiliki akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya. Mandiri Agen adalah bentuk sinergi bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa,” ujar Ossy.
Hingga akhir Juni 2025, sudah ada lebih dari 101 ribu Mandiri Agen tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam periode yang sama, tercatat 35,78 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp45,26 triliun, angka yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini.
Mandiri Agen tidak hanya melayani transfer, tarik tunai, pembayaran tagihan, atau top-up e-wallet.
Program ini juga menjadi jalur penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), membantu pelaku usaha mikro memperluas bisnis mereka dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Salah satu contoh nyata datang dari Mursid, Mandiri Agen asal Desa Tanjung, Sumenep.
Sejak 2019, ia mendirikan “Warkop Pojok Online” sebagai pusat layanan keuangan di kawasan pesisir yang jauh dari kantor bank.
Sebelumnya, warga harus menempuh jarak 15–18 kilometer untuk mendapatkan layanan perbankan.
Kini, lebih dari 3.000 warga desa merasakan manfaatnya.
Mursid bahkan menyalurkan KUR untuk membantu tetangganya membuka usaha sembako dan bisnis kecil lainnya.
Dengan transaksi harian mencapai Rp300 juta dan dua karyawan yang ia pekerjakan, Mursid membuktikan bahwa Mandiri Agen mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kisah seperti Pak Mursid memperkuat semangat kami untuk memperluas Mandiri Agen. Ini bukan sekadar bisnis, tapi wujud keberpihakan pada masyarakat dan pertumbuhan ekonomi inklusif,” tambah Ossy.
Untuk mendukung para agen, Bank Mandiri juga menggulirkan program pembinaan seperti Level Up UMKM, Agen Naik Kelas, hingga pemberian insentif dan poin loyalitas agar agen semakin semangat melayani.
Dengan langkah ini, Bank Mandiri optimistis Mandiri Agen akan terus menjadi katalis ekonomi kerakyatan dan mempercepat pertumbuhan yang merata di seluruh Indonesia.***


