POJOKSATU.id - Mungkin banyak dari kalian yang ingin memulai investasi tapi masih bingung, ‘saya harus mulai dari mana ya?’
Nah, sebelum memulai investasi hal yang perlu kalian ketahui adalah mengenali profil risiko investasi kamu.
Apa Itu Profil Risiko Investasi?
Menurut most, Profil risiko investasi adalah cara untuk mengukur seberapa besar kemampuan dan kesiapan seseorang menghadapi potensi kerugian dalam berinvestasi.
Dengan mengetahui profil risiko, kamu bisa memilih instrumen investasi mana yang sesuai
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Alquran, SNQ Privat Class Garut: Biaya Efisien, Siap Cetak Generasi Qurani
Biasanya, profil risiko dibagi menjadi tiga kategori:
- Konservatif: lebih suka keamanan daripada keuntungan besar.
- Moderat: berani ambil risiko sedang demi hasil yang lebih baik.
- Agresif: siap menanggung risiko tinggi demi potensi keuntungan yang besar.
Kenapa Penting Mengetahui Profil Risiko?
Banyak orang yang gagal dalam investasi bukan karena salah pilih produk, tapi karena tidak mengenali dirinya sendiri.
Kalau kamu tipe orang yang konservatif tapi nekat beli kripto, kamu bisa pusing tiap kali harga turun.
Sebaliknya, kalau kamu orangnya agresif tapi main aman terus, potensi keuntungan kamu jadi sedikit.
Baca Juga: Asal Usul Nama Bogor dan Julukan Kota Hujan, Punya Makna yang Mendalam
Nah, untuk itu di dalam artikel ini akan dibahas bagaimana sih Cara Mengetahui Profil Risiko?
1. Test Profil Risiko
Sekarang hampir semua platform investasi sudah punya fitur ini.
Ketika kamu menggunakan fitur tersebut, kamu bakal dikasih pertanyaan seputar tujuan investasi, jangka waktu investasi, dan reaksi kamu terhadap kerugian.
Dari hasilnya, nanti kamu bisa tahu apakah kamu termasuk tipe konservatif, moderat, atau agresif.
2. Evaluasi Kondisi Keuangan
Sebelum tahu kamu berani ambil risiko atau nggak, cek dulu kondisi keuangan kamu.
Punya dana darurat? Masih punya utang? Berapa persen pendapatan yang bisa kamu investasikan tiap bulan?
Jawaban-jawaban ini bisa bantu kamu untuk menentukan seberapa besar risiko yang sanggup kamu tanggung.
Baca Juga: Ingin Lolos TOEFL Sekali Coba, Ini 5 Channel YouTube yang Wajib Kamu Tonton
3. Tentukan Tujuan Investasi
Tujuan investasi juga sangat berpengaruh terhadap profil risiko.
Kalau kamu butuh uangnya dalam waktu dekat (1-2 tahun), lebih baik pilih instrumen yang aman seperti reksa dana pasar uang.
Tapi kalau kamu investasi jangka panjang (5-10 tahun), kamu bisa pilih instrumen dengan risiko lebih tinggi, Reksa dana saham atau Emas.
Mengetahui profil risiko investasi itu bukan cuma formalitas, tapi langkah penting sebelum kamu mulai menaruh uang di mana pun.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Juwaini Jadi Guru Besar Filsafat Islam Klasik, Pernah Jadi Buruh Cuci
Dengan memahami seberapa besar risiko yang bisa kamu tanggung, kamu bisa memilih instrumen investasi yang lebih aman, dan sesuai dengan karakter kamu.
Kalau kamu tipe yang sabar, pilih instrumen yang memiliki risiko rendah seperti reksa dana.
Tapi kalau kamu siap dengan fluktuasi tinggi demi imbal hasil yang tinggi, saham bisa jadi pilihan yang pas.
Jadi, sebelum mulai klik beli di aplikasi investasi, luangkan waktu sebentar untuk isi kuesioner profil risiko dan pahami hasilnya. ***


