POJOKSATU.id, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memacu langkah transformasi besar-besaran melalui program BRIvolution 3.0 di semua lini bisnis dan operasional.
Upaya ini diharapkan membawa BRI menjadi mitra finansial tepercaya bagi masyarakat, sekaligus mendukung visi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan tidak hanya menyentuh aspek bisnis, tetapi juga memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta operasional perusahaan.
“Kami fokus memperkuat fundamental pendanaan, penyaluran kredit berkualitas, pengembangan kapabilitas digital, manajemen risiko yang andal, hingga peningkatan kompetensi SDM,” ujar Hery, Senin (1/7).
Hery menambahkan, BRI sebagai bank milik negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan inklusif.
Karena itu, strategi transformasi dijalankan dengan komitmen untuk menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang di seluruh segmen pasar.
Dalam kesempatan yang sama, Hery juga menegaskan dukungan penuh BRI terhadap upaya penegakan hukum yang tengah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia memastikan BRI selalu mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah dan regulator, termasuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).
“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait dugaan pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) periode 2020–2024. Kami siap bekerja sama dengan KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi,” tegas Hery.
Lebih jauh, Hery memastikan bahwa proses penyidikan yang dilakukan KPK tidak memengaruhi kelancaran operasional maupun layanan BRI kepada nasabah.
“Kami pastikan seluruh layanan BRI tetap berjalan normal. Nasabah bisa bertransaksi dengan aman dan nyaman seperti biasa,” tutupnya.***


