POJOKSATU.id, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya pada pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.
Langkah ini menempatkan BRI sebagai bank dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan terbesar di Tanah Air, mencapai Rp796 triliun per akhir Triwulan I/2025.
Porsi pembiayaan berkelanjutan tersebut setara 64,16% dari total portofolio kredit BRI.
Rinciannya, social loan mendominasi sebesar Rp700,6 triliun yang mayoritas disalurkan kepada pelaku UMKM, green loan senilai Rp89,9 triliun untuk mendukung Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), serta investasi Rp5,5 triliun pada obligasi korporasi berbasis ESG.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan penerapan ESG bukan sekadar jargon, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun bisnis tangguh dan berkelanjutan.
“BRI tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial, lingkungan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.
Fokus keberlanjutan BRI mencakup perluasan akses keuangan inklusif, dukungan transisi menuju energi bersih, hingga penguatan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan produktif.
Komitmen ini juga diakui secara global. Berdasarkan penilaian Sustainalytics, BRI berhasil menurunkan skor risiko ESG dari 20,9 (Medium Risk) pada 2021 menjadi 17,8 (Low Risk) pada 2024.
MSCI mempertahankan peringkat A sejak 2022, sementara ESG S&P Global 2024 mencatatkan skor 75 yang menempatkan BRI di persentil ke-95, sekaligus mengukuhkan BRI sebagai Sustainability Yearbook Member 2024.
Penghargaan juga datang dari dalam negeri. BRI meraih skor tertinggi ASEAN Corporate Governance Scorecard (110,2) dan predikat “Most Trusted Company” dari CGPI 2024 dengan skor 95,31.
BRI pun konsisten menjadi konstituen indeks berkelanjutan seperti FTSE4Good ASEAN 5, SRI-KEHATI, dan IDX ESG Leaders sejak 2021.
Berbagai pengakuan ini menegaskan peran strategis BRI dalam mendorong transformasi bisnis perbankan yang inklusif, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab sosial.***


