POJOKSATU.id, Jakarta – Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu prioritas utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Salah satu contohnya adalah upaya BRI mendukung sektor pertanian dengan memberdayakan klaster durian di Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Desa Lemahabang terkenal dengan durian lokal berkualitas unggul.
Sejak tahun 2020, kelompok Klaster Durian Lemahabang yang dipimpin oleh Ahmad Baehaqi, telah melakukan persilangan durian lokal dengan varietas premium seperti Bawor, Musang King, dan Super Tembaga.
Baca Juga: Sidang Putusan Kasus PPPK Madina 2023 Digelar Hari Ini, Sempat Ditunda Hakim Senin Lalu
“Persilangan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas durian dari segi rasa, tekstur, dan ketahanan,” jelas Baehaqi saat menghadiri Bazaar UMKM BRILian di Kantor Pusat BRI, Jumat (18/10).
Melalui inovasi tersebut, durian Lemahabang diharapkan mampu bersaing di pasar nasional dan internasional, meningkatkan pendapatan petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Durian hasil persilangan ini semakin diminati oleh konsumen dan menjadi komoditas unggulan.
Klaster Durian Lemahabang, yang terdiri dari 70 petani, mampu memanen durian tiga kali setahun dengan produksi mencapai 5 ton per panen.
Setiap harinya, mereka mendistribusikan sekitar 7.000 buah durian dengan harga Rp50.000 per kilogram.
“Saat ini, durian Lemahabang sudah memiliki pelanggan tetap di Jakarta, Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Banyuwangi,” tambah Baehaqi.
Kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan BRI, terutama melalui permodalan KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang Baehaqi gunakan sebagai modal awal.
“Dulu saya menggunakan KUR BRI untuk membeli buah dan menyewa lahan. Sekarang, saya sudah memiliki lahan sendiri seluas 5 hektar,” ungkapnya.
Selain modal, keikutsertaan dalam bazaar UMKM yang difasilitasi BRI juga memperluas jaringan pemasaran durian Lemahabang.
Pada bazaar di Kantor Pusat BRI, Baehaqi berhasil menjual 400 butir durian dengan total berat 800 kilogram hanya dalam waktu tiga jam.
"Penjualannya luar biasa cepat, hanya dalam beberapa jam sudah habis," katanya dengan penuh antusias.
Baehaqi berharap pemberdayaan oleh BRI akan terus berlanjut, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga melalui dukungan budidaya dan edukasi.
“Semoga BRI semakin jaya dan sukses. Kami berharap program pemberdayaan bisa diperluas, terutama dalam hal edukasi pertanian,” harapnya.
Di kesempatan lain, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menegaskan komitmen BRI untuk terus mendampingi pelaku UMKM melalui program "Klasterku Hidupku".
Program ini tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan, agar UMKM dapat tumbuh dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.
“Kami terus berupaya membantu UMKM, tidak hanya dengan modal usaha, tetapi juga pelatihan dan program pemberdayaan lainnya,” ungkap Supari.***


