POJOKSATU.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus membuktikan komitmennya sebagai pelopor inklusi keuangan di Indonesia.

Melalui jaringan AgenBRILink yang tersebar luas hingga ke pelosok negeri, BRI mendukung pemerintah mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercermin dalam Asta Cita.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, BRI mendukung Asta Cita keenam, yaitu membangun ekonomi dari desa untuk pemerataan dan pengentasan kemiskinan.

Di sisi lain, BRI juga turut berperan dalam Asta Cita ketiga dengan mendorong kewirausahaan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa jaringan AgenBRILink menjadi ujung tombak strategi hybrid banking BRI yang memadukan layanan digital dan fisik.

“AgenBRILink tidak hanya memperluas akses layanan keuangan, tetapi juga memastikan terwujudnya sharing economy dan pertumbuhan ekonomi inklusif yang melibatkan masyarakat secara luas,” ujarnya.

Hingga akhir 2024, BRI mencatat perkembangan signifikan dalam jaringan AgenBRILink. Tercatat lebih dari 1,06 juta agen tersebar di seluruh Indonesia, meningkat dari 740 ribu agen pada akhir 2023.

Dengan capaian ini, AgenBRILink telah menjangkau lebih dari 85% wilayah Indonesia, melayani lebih dari 62 ribu desa, dan menyediakan solusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Beragam layanan yang ditawarkan oleh AgenBRILink mencakup pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, telepon, pembelian pulsa, hingga pembayaran cicilan.

Selain itu, tersedia pula layanan pembukaan rekening tabungan, pinjaman, asuransi mikro, tarik tunai luar negeri, hingga pembelian tiket perjalanan.

Semua ini dirancang untuk mempermudah kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kementerian BUMN juga turut mempercepat berbagai program prioritas nasional demi mendukung implementasi Asta Cita.

Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan pembangunan.

“Dalam waktu kurang dari 100 hari, kami telah menunjukkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini adalah bukti bahwa gotong royong adalah kunci keberhasilan,” ujar Erick, Senin (20/1/2024).

Dengan inisiatif seperti hilirisasi, pembangunan infrastruktur, stabilisasi harga pangan, dan pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi yang dilakukan pemerintah dan BRI menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pembangunan dan mempercepat pemerataan ekonomi.***