POJOKSATU.id, Denpasar – Memperingati Hari Sungai Nasional yang jatuh pada 27 Juli 2025, BRI Peduli kembali menggerakkan aksi nyata lewat program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan”.
Kali ini, ratusan warga bersama aktivis lingkungan membersihkan aliran Sungai Last Point, anak Sungai Tukad Badung di kawasan konservasi Mangrove Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Sekitar 242 warga dan 200 relawan peduli sampah bergotong-royong menyisir aliran sungai sepanjang 70 meter.
Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengangkat 3.262 kilogram sampah anorganik, sekaligus menjaga kejernihan air sungai hingga 69% dan mencegah potensi emisi karbon sebesar 9,79 ton CO₂.
“Program ini bukan hanya soal membersihkan sungai, tapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem perairan,” ujar Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi.
Selain bersih-bersih, warga juga mengikuti edukasi pengelolaan sampah. Limbah yang diangkat dipilah menjadi organik dan anorganik.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, hingga biogas, sedangkan sampah anorganik dicacah dan dijual ke pengepul.
BRI turut menyalurkan bantuan berupa trash barrier, timbangan, sapu, dan gerobak sampah untuk mendukung aksi berkelanjutan.
Sejak 2020, program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan” telah merevitalisasi lebih dari 100 sungai di Indonesia, memberdayakan warga melalui program padat karya.
Tahun ini, BRI berkolaborasi dengan Yayasan Sungai Watch Indonesia, organisasi nirlaba yang fokus mencegah pencemaran sungai, terutama sampah plastik.
Berkat kolaborasi ini, hingga pertengahan 2025, sudah terkumpul 35,20 ton sampah anorganik yang berhasil dicegah agar tidak mengalir ke laut.
Yayasan ini juga telah memasang 18 trash barrier di sungai-sungai Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur.
Program ini tidak hanya menjaga kebersihan sungai, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selain normalisasi dan pengerukan, BRI membangun taman, ruang terbuka hijau, area ramah anak, sekaligus mengedukasi warga tentang pentingnya sungai yang sehat bagi keberlanjutan kehidupan.
“Peran aktif masyarakat adalah kunci. Bersih-bersih sungai memberi manfaat bukan hanya bagi lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru,” tambah Hendy.
Dengan semangat Pro Planet, Pro People, BRI berharap gerakan ini menjadi langkah kecil menuju perubahan besar yakni sungai yang bersih, sehat, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.***


