POJOKSATU.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memberangkatkan 36 pejabat setingkat direksi dari 29 perusahaan pelat merah menuju Lausanne, Swiss.

Mereka akan mengikuti Top Gun Leadership Camp Cohort 1 di IMD Business School, salah satu sekolah bisnis terkemuka dunia, sebagai bagian dari Top Talent Program 2025.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan global para eksekutif muda BUMN yang berada di bawah naungan Danantara.

"Kami ingin memastikan talenta terbaik kami memiliki kapasitas kepemimpinan kelas dunia agar mampu membawa BUMN menjadi perusahaan papan atas," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2025).

Baca Juga: MK Resmi Larang Wamen Rangkap Jabatan, 32 Nama In Harus Lepas Kursi Komisaris BUMN,Tidak Semua Hakim Sepakat 

Menurut Rosan, modul pelatihan yang disiapkan sangat komprehensif.

Mulai dari strategi bisnis global, kepemimpinan ambidextrous, manajemen pemangku kepentingan, budaya organisasi, hingga pembelajaran berbasis proyek.

Dukungan untuk Semua BUMN

Tak hanya untuk BUMN besar, Rosan menegaskan seluruh peserta mendapatkan akses yang sama.

Danantara bahkan menanggung biaya pelatihan dan akomodasi bagi perusahaan pelat merah berskala menengah dan kecil.

"Seluruhnya tanpa terkecuali dapat menikmati manfaat dari program berstandar global ini," imbuh Rosan.

Sementara itu, Agus Dwi Handaya, Managing Director Human Capital Danantara Asset Management, menambahkan program ini diikuti sekitar 120 peserta yang terbagi dalam tiga angkatan.

"Selain memperkuat kompetensi individu, ini juga menjadi sarana membangun jejaring antar-pemimpin, yang diharapkan mempercepat kolaborasi lintas sektor," jelas Agus.

Program Eksekutif Berlapis

Selain Top Gun Leadership Camp, Danantara juga telah menyiapkan berbagai program eksekutif lain yang lebih spesifik.

Baca Juga: BBM dan LPG Aman, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Jamin SPBU Jakarta Berjalan Normal

Antara lain CBDO, CFO, CTO, CHRO, hingga AI for Executive. Seluruhnya dijalankan secara paralel sepanjang tahun 2025.

Meski investasi dalam pengembangan sumber daya manusia ini menelan biaya besar, manajemen Danantara menilai langkah tersebut sangat strategis.

"Kami yakin, membangun pemimpin yang visioner dan berkompetensi global adalah fondasi agar BUMN kita bisa bersaing di era yang semakin kompetitif," tutup Rosan.

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami: