POJOKSATU.id — Peta perbankan syariah di Indonesia memasuki babak baru.

PT Bank Victoria Syariah (BVIS) kini resmi berganti nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN).

Keputusan ini lahir dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dipimpin BTN sebagai pemegang saham pengendali.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan semangat besar di balik perubahan nama ini.

“Danantara Indonesia pernah komunikasi dengan Pak Presiden Prabowo, jadi Bank Syariah Nasional. Kita harapannya jadi bank nomor dua terbesar di Indonesia,” tegas Nixon, Jumat (22/8/2025).

Baca Juga: Madura Masuk Zona Merah Darurat Rokok Bodong, Dewan Fraksi Partai PKB Desak Berantas Habis

Selain perubahan nama, RUPSLB juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar (AD) agar selaras dengan karakter bank-bank BUMN.

“Kita sesuaikan, karena ini ujungnya milik negara kan, bukan milik keluarga gitu. Jadi pasti anggaran dasarnya banyak yang di-adjust,” ujarnya.

Langkah BTN mengakuisisi BVIS senilai Rp1,5 triliun menjadi bagian dari proses besar: spin-off BTN Syariah yang ditargetkan rampung Oktober–November 2025.

Dengan kesepakatan ini, BTN kini menguasai 99,99 persen saham BVIS, sementara sisanya 0,0016 persen tetap dipegang Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta.

Baca Juga: Polemik Warisan BLBI dan BCA, Manajemen BCA Buka Suara dan Sebut Menyesatkan, Danantara Tegaskan Tidak Ada Rencana Akuisisi

Perubahan Struktur Pengurus

Seiring keputusan besar ini, para pemegang saham menunjuk Alex Sofjan Noor sebagai Direktur Utama Bank Syariah Nasional.

Alex bukanlah sosok baru, ia adalah Project Director Tim Strategi Pengembangan Syariah (TSPS) BTN sebelum dipercaya memimpin BSN.

Sementara itu, posisi Komisaris Utama BSN diisi oleh Bahrullah Akbar, seorang Guru Besar Keuangan Publik IPDN sekaligus tokoh senior BPK RI yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua periode 2017–2019.

Baca Juga: Isu Akuisisi 51 Persen Saham BCA dan Megaskandal BLBI BCA Makin Mencuat, Apa Masih Bisa Dituntaskan?

Kursi Dirut BSN ditempati seorang bankir yang meniti karir dari bawah. Alex Sofjan Noor memulai pengabdian di BTN sejak 1993, usai menamatkan studi Akuntansi dan Manajemen di Universitas Islam Indonesia (UII).

Sebelum bergabung dengan BTN, Alex sempat menjadi Officer di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) selama setahun.

Di BTN, ia mengawali karir sebagai Officer selama 15 tahun, kemudian naik menjadi Branch Manager pada 2008–2016.

Kepercayaan terus datang, Alex memimpin wilayah BTN di Pekanbaru sebagai Regional Office Head, lalu menduduki jabatan strategis di kantor pusat: Commercial Lending Division Head, Commercial Risk Division Head, hingga Sharia Business Division Head.

Kariernya terus melejit dengan posisi SEVP Human Capital, SEVP Operations, hingga dipercaya menjadi Project Director Strategi Syariah BTN di awal 2025.

Kini, tonggak sejarah baru menempatkannya sebagai Direktur Utama Bank Syariah Nasional.

Baca Juga: Sasmito Hadinagoro Bongkar Skandal BLBI-BCA, Siap Pimpin Satgas Anti Mafia Keuangan

Menuju Era Baru

Transformasi BVIS menjadi Bank Syariah Nasional dipandang sebagai momentum besar.

Dengan pengalaman panjang pengurus barunya dan dukungan BTN sebagai pemegang kendali, publik menaruh harapan besar agar BSN benar-benar tumbuh menjadi bank syariah nasional yang kuat, kredibel, dan bersaing di tingkat global.

 

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami: