BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bandung menunjukkan komitmen nyata, dengan membangun krematorium bagi umat Hindu.

Wali Kota Muhammad Farhan menyatakan, keseriusannya menyediakan lahan dari ribuan aset Pemkot untuk pembangunan krematorium dan sekretariat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

"Pemerintah Kota Bandung memiliki sekitar 12.000 hamparan aset. Kalau menemukan lahan yang sesuai, tentu akan kami proses," ujar Farhan saat menghadiri Doa Bersama Umat Hindu di Pendopo Kota Bandung, Minggu (28/12/2025).

Komitmen Bandung bukan sekadar janji kosong. Farhan menegaskan, pembangunan krematorium merupakan wujud nyata toleransi dan pemenuhan hak beribadah seluruh warga, sekaligus bagian dari upaya memperkuat kerukunan umat beragama.

"Semoga semua upaya ini diberkahi oleh Yang Maha Kuasa, dan dapat memperkuat semangat kebersamaan serta persaudaraan di Kota Bandung," jelas dia.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Bandung, I Ketut Adi Purnama, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemkot.

Ia berharap pembangunan krematorium tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata.

"Kami berharap pembangunan krematorium ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan umat Hindu di Kota Bandung. Ini juga mencerminkan Bandung sebagai Kota Harmoni," ungkap dia.

Sementara itu, untuk di wilayah Kota Bekasi pembangunan krematorium malah terbengkalai. Proyek krematorium yang batu pertamanya diletakkan empat tahun lalu masih belum dapat dimanfaatkan, meninggalkan pertanyaan besar tentang keseriusan pemerintah daerah dalam melayani kebutuhan seluruh warganya.

Baca Juga : TPG 100 Persen Cair 29 Desember 2025, Anggaran Sudah Masuk ke Kas Daerah

Namun, kabar gembira dari Bandung justru menggugah harapan sekaligus keprihatinan tokoh umat Hindu di Bekasi. I Nyoman Wiadi Kori, Wakil Ketua PHDI Kota Bekasi, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkot Bandung sekaligus menyuarakan harapan besar.

"Kami berharap ketulusan perhatian Pemkot Bandung menjadi kado indah umat Hindu di Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat umumnya. Kami juga menaruh harapan besar agar Pemkot Bekasi memiliki komitmen yang sama," ujar dia.

Ironinya, Kota Bekasi memiliki populasi Hindu terbanyak di Jawa Barat. Sejak 2018, PHDI Kota Bekasi telah memperjuangkan fasilitas krematorium secara intens.

Pemerintah bahkan sudah memulai dengan peletakan batu pertama krematorium di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara, diletakkan Wali Kota Rahmat Effendi pada 11 Oktober 2021 silam. Bangunan dua lantai seluas 3.510 meter persegi itu telah didesain lengkap.

Pertanyaannya kini: mengapa setelah empat tahun berlalu, krematorium tersebut masih belum dapat dimanfaatkan?

Pemerintah Kota Bekasi perlu memberikan jawaban dan kepastian: apakah proyek krematorium akan segera diselesaikan atau dibiarkan terbengkalai tanpa kejelasan.

Umat Hindu Kota Bekasi, sebagai bagian dari warga kota yang memiliki populasi Hindu terbanyak di Jawa Barat, berhak mendapat kepastian atas fasilitas keagamaan yang telah lama diperjuangkan.

Di tengah upaya Pemkot Bekasi memperjuangkan kembali merebut gelar Juara Kota Toleran di Indonesia, kerukunan beragama sejatinya bukan hanya soal retorika atau penghargaan semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dan keberpihakan kepada seluruh umat beragama.

Pemkot Bandung telah menunjukkan jalan dengan komitmen konkret. Saatnya Pemkot Bekasi membuktikan hal serupa dengan menyelesaikan apa yang telah dimulai empat tahun lalu, sebagai bukti nyata toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman.***