POJOKSATU.id, Bekasi - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan silaturahmi dan turut serta dalam kegiatan Jumat Keliling di kawasan Harapan Jaya, Bekasi Utara, pada Jumat (18/10).

Usai melaksanakan Shalat Jumat bersama warga di Masjid Raya Al-Muhajirin, Tri Adhianto bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat RW 13 Harapan Jaya, Bekasi Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Tri memperkenalkan ide inovatif terkait peningkatan fasilitas pendidikan di Bekasi.

“Terkait zonasi yang ada bagaimana hari ini kita masih menemui kesulitan terkait dengan sekolah-sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah pertama (SMP), karena kemudian tidak adanya keseimbangan antara jumlah sekolah dasar (SD) harus ada terobosan,” ujar Tri.

Baca Juga: Hasil Denmark Open 2024: 39 Menit Ladeni Duo Inggris, Fajri Akhiri Kutukan Babak Perempat Final

Ia menjelaskan bahwa solusi yang diusulkan adalah pembangunan gedung sekolah secara vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan dan meningkatkan kapasitas sekolah.

“Terkait untuk sekolah, kita tawarkan adalah bagaimana sekolah-sekolah SD masih satu pembangunan, kedepannya kita akan membuat terobosan dengan kita naikan ke atas atau tingkat menjadi dua, tiga tingkat, sehingga tingkat dua dan tiganya untuk SMP, apalabila SMP sudah dua tingkat, kita akan tingkatkan jadi tiga empat untuk sekolah SMA,” sambungnya.

Tri menambahkan bahwa pembangunan gedung bertingkat akan mempercepat penambahan ruang belajar, sekaligus mengoptimalkan lahan yang ada tanpa harus membebaskan lahan baru.

“Agar terjadinya percepatan untuk menambah ruang belajar untuk mengatasi keterbatasan lahan dalam pembangunan fasilitas pendidikan, peningkatan gedung sekolah secara vertikal bisa menjadi solusi efektif. Dengan membangun gedung bertingkat, kita dapat memanfaatkan lahan yang ada secara optimal tanpa harus melakukan pembebasan lahan yang belum tentu tersedia atau cukup luas,” jelasnya.

Baca Juga: Dugaan Penipuan, Kapolda Metro Jaya Diminta Kuasa Hukum LX Tangkap Dirut PT Smardjaya

Selain menghemat ruang, solusi ini juga dinilai mampu menekan biaya dan meminimalisir potensi konflik terkait pembebasan lahan.

Gedung bertingkat akan memberikan tambahan ruang kelas, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya, sehingga kualitas pendidikan bisa terus ditingkatkan tanpa terbatas oleh keterbatasan lahan.***